Pemerintah Pertimbangkan WFH Satu Hari: Efektif atau Tidak?
Gambar atau konten salah?
Pemerintah sedang meninjau kebijakan WFH satu hari per minggu sebagai upaya menghemat BBM di tengah lonjakan harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.
Pengeluaran subsidi BBM diperkirakan akan melonjak drastis, menambah beban APBN dan diperkirakan menimbulkan defisit fiskal sekitar Rp 210-340 triliun.
Ekonom Senior INDEF Tauhid Ahmad berpendapat bahwa penetapan satu hari WFH tidak akan memberikan dampak signifikan pada konsumsi BBM.
“Ya memang ada pengurangan energi tetapi kan kalau itu efektif dijalankan oleh swasta. Kalau hanya pemerintah saja kan jumlahnya sedikit, justru penggerakan ekonomi ini kan swasta,” kata Tauhid kepada detikcom pada 22 Maret 2026.
Menurutnya, sektor swasta sulit menerapkan WFH satu hari seminggu karena akan berdampak langsung pada produktivitas dan tidak semua pekerjaan dapat dilakukan secara remote.
“Nah swasta ini nggak mudah untuk bisa menjadi dari lima hari menjadi empat hari, karena apa? Yaitu waktu efektif bekerja mereka berkurang dan tidak semua bisa dilakukan, semua sektor bisa dijadikan dari lima hari menjadi empat hari,” tambahnya.
Dia menegaskan bahwa memaksakan WFH pada sektor swasta dapat menjadi bumerang bagi ekonomi, mengingat sektor swasta merupakan penggerak utama roda ekonomi.
“Nah swasta ini kan nggak mungkin dikurangi, karena kan itu roda ekonomi masyarakat, padahal itu penggeraknya kan. Mereka ke pabrik, ke industri, kemana-mana kan,” ujarnya.
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menambahkan bahwa kebijakan WFH dapat mengurangi konsumsi BBM bila tidak disertai perubahan perilaku masyarakat menggunakan transportasi publik.
“WFH tidak efektif tanpa menggeser perilaku masyarakat menggunakan transportasi publik. WFH tapi orang tetap butuh belanja ke pasar, butuh antar anak sekolah artinya konsumsi BBM tidak turun signifikan,” jelasnya.
Ia menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada subsidi transportasi publik, sehingga peralihan penggunaan kendaraan pribadi dapat ditekan.
“Sebaiknya ada subsidi transportasi publik Rp 1 per trip,” ujarnya.
Secara keseluruhan, rencana satu hari WFH per minggu kemungkinan tidak akan cukup efektif dalam menurunkan konsumsi BBM jika tidak diiringi kebijakan pendukung lainnya, sementara subsidi transportasi publik dapat menjadi alternatif yang lebih langsung mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
