Pemerintah Rencanakan WFH Satu Hari Mingguan Biar Hemat BBM
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah-langkah untuk mengurangi ketergantungan pada minyak, menanggapi risiko pasokan akibat konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Pada 21 Maret 2026, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kebijakan baru yang diharapkan dapat menekan konsumsi BBM.
Situasi menutupi Selat Hormuz, yang dipertutup oleh Iran sebagai balasan atas serangan AS dan Israel, menimbulkan kekhawatiran global. Harga minyak naik, dan banyak negara, termasuk Indonesia, mulai menerapkan kebijakan penghematan bahan bakar. Salah satu tindakan yang diusulkan adalah work from home (WFH) satu hari per minggu.
Dengan WFH, diperkirakan penghematan penggunaan mobilitas berkisar seperlima dari biasanya. Airlangga menyatakan bahwa penerapan WFH tidak hanya ditujukan untuk Aparatur Sipil Negara, tapi juga sektor swasta dan pemerintah daerah. Program ini direncanakan mulai diberlakukan setelah Lebaran, dengan rincian pelaksanaan ditentukan kemudian.
Selain WFH, pemerintah sedang memikirkan langkah lain. Rencana meningkatkan produksi batu bara melalui penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sedang dipertimbangkan. Perubahan kebijakan pajak ekspor batu bara juga dianalisis untuk meningkatkan pendapatan negara di tengah kenaikan harga komoditas.
Langkah tambahan adalah konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Badan Pengelola Investasi Danantara ditugaskan untuk segera menindaklanjuti inisiatif ini.
Dengan kombinasi kebijakan penghematan BBM, peningkatan produksi batu bara, dan pergeseran energi bersih, pemerintah berupaya menstabilkan ekonomi di tengah ketidakpastian pasokan minyak global.
Ringkasnya, Indonesia menyiapkan kebijakan WFH, penyesuaian pajak batu bara, dan pergeseran energi untuk mengurangi dampak fluktuasi harga minyak dan menambah ketahanan energi nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
