Pemerintah Siap CNG 3kg, Alternatif LPG Lokal, Harga Murah

Bambang W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 113 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Siap CNG 3kg, Alternatif LPG Lokal, Harga Murah

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Pemerintah Indonesia sedang merancang solusi energi gas pengganti LPG yang lebih mudah diakses oleh masyarakat. Fokusnya adalah gas alam CNG dalam tabung 3 kg, sehingga konsumen dapat memanfaatkan energi bersih tanpa harus membeli LPG.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa CNG sudah banyak dipakai di hotel, restoran, dan kafe. “Kita merumuskan untuk mencari alternatif lain. CNG adalah salah satu alternatifnya. Nah CNG ini kan sudah dipakai oleh hotel, restoran, MBG, sudah ada, tapi pada klasifikasi yang 20 kilogram ke atas, ada yang 10-10 kilogram ke atas,” ujarnya setelah rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada 05 Mei 2026.

Hingga kini, CNG biasanya disimpan dalam tabung 10–20 kg karena tekanan tinggi. Untuk versi 3 kg, masih dalam tahap uji coba karena tekanan mencapai 200 sampai 250 bar. “Nah, untuk yang 3 kilo memang tabungnya masih dilakukan uji coba karena tekanannya kan besar sekali, dia sekitar 200 sampai 250 bar. Nah ini yang kita akan mencoba untuk modifikasi. Insyaallah 2–3 bulan ini kita akan dapat hasilnya,” jelas Bahlil.

Jika pengembangan selesai, Bahlil menyatakan bahwa konversi gas LPG menjadi CNG akan dilakukan secara bertahap. “Kemudian kalau itu sudah dinyatakan firm, kita akan melakukan konversi. Sebab apa? CNG ini bahan bakunya ada semua di kita. C1, C2 gas,” tambahnya. Ia yakin proyek ini akan berjalan mulus karena Indonesia memiliki pasokan CNG yang besar.

Penemuan gas alam baru di Kalimantan Timur menambah optimisme. “Apalagi kita kan baru menemukan gas sekitar 3.000 MM di Kalimantan Timur. Nah ini sebagian besar kita bisa alokasikan untuk kebutuhan dalam negeri untuk meng-cover CNG ya,” ujarnya. Hasil penemuan tersebut akan dialokasikan sepenuhnya untuk kebutuhan domestik.

Subsidi menjadi pertanyaan penting. Bahlil menjelaskan bahwa semua masih dikaji. “Semuanya lagi dikaji. Opsinya subsidi masih haruslah. Tinggal volumenya seperti apa yang kita perlu baca ya,” kata ia. Ia menilai kemungkinan besar subsidi tetap akan diberikan, meskipun dalam volume terbatas.

Keunggulan harga juga menjadi sorotan. “Harga CNG, menurutnya bisa jauh lebih murah 30% daripada LPG.” Ia menjelaskan alasan: “Kenapa dia lebih murah? Karena yang pertama gasnya itu ada di kita dan industrinya kan ada di kita, di dalam negeri. Jadi tidak kita melakukan impor. Cost transportasinya aja udah bisa meng-cover,” jelas Bahlil.

Dengan potensi pasokan lokal yang melimpah dan harga yang kompetitif, pemerintah berharap CNG 3 kg dapat menjadi alternatif yang praktis bagi konsumen. Proses uji coba dan konversi bertahap akan memerlukan waktu dua hingga tiga bulan, namun langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk diversifikasi energi dan mengurangi ketergantungan pada LPG impor.

CNG 3 kggas alamkonversi LPGsubsidiharga kompetitifKalimantan Timurenergi bersih

Komentar

Memuat komentar...