Pemerintah Targetkan PLTP Sarulla Pulih 330 MW pada 2028

Dwi H. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Targetkan PLTP Sarulla Pulih 330 MW pada 2028

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk memulihkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla yang berada di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Langkah ini diambil demi memperkuat pasokan energi nasional dan memaksimalkan potensi panas bumi yang ada, yang diperkirakan mencapai sekitar 1.100 MW.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan menyelesaikan berbagai urusan administrasi dan menyiapkan rencana investasi baru senilai sekitar US$ 270 juta. Jika dirupiahkan dengan kurs Rp 18.000 per dolar AS, jumlah itu setara dengan Rp 4,8 triliun. Target utamanya adalah mengembalikan kapasitas terpasang PLTP Sarulla sebesar 330 MW agar bisa beroperasi optimal pada tahun 2027 hingga 2028.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, menjelaskan bahwa pemerintah akan fokus menyelesaikan proses administrasi yang diperlukan terlebih dahulu. Proses ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026. Setelah semua urusan administrasi beres, barulah pemerintah akan mengejar peningkatan kapasitas produksi pada tahun 2027-2028.

"Yang pertama dari sisi administrasi kita akan selesaikan sampai dengan Oktober 2026 ini. Sudah selesai urusan administrasinya, tahun 2027-2028 ini kita kejar peningkatan kapasitas produksi," kata Yuliot dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM, Sabtu (01 Agustus 2026).

Menurut Yuliot, untuk memulihkan kapasitas PLTP Sarulla, dibutuhkan tambahan investasi sekitar US$ 270 juta. Uang tersebut akan digunakan untuk mengembalikan kemampuan produksi pembangkit ke kapasitas terpasangnya, yaitu 330 MW. Saat ini, potensi panas bumi yang tersedia di lokasi tersebut mencapai 1.100 MW.

"Perlu ada tambahan investasi baru itu diperkirakan sekitar US$ 270 juta untuk mengembalikan kembali ke kapasitas 330 MW dari potensi yang ada 1.100 MW," tuturnya.

Salah satu tantangan teknis yang dihadapi dalam operasional lapangan panas bumi adalah perubahan tekanan uap. Kondisi ini harus dikelola secara terus-menerus. Akibatnya, kapasitas produksi PLTP Sarulla saat ini hanya berada di kisaran 220 MW, padahal kapasitas terpasangnya adalah 330 MW. Artinya, ada kekurangan produksi sekitar 110 MW.

Pemerintah bersama pengelola PLTP Sarulla sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini. Setelah kapasitas yang ada saat ini berhasil dikembalikan ke level optimal, rencana investasi lanjutan akan dilakukan secara bertahap. Tujuannya adalah untuk mendukung pemanfaatan potensi panas bumi yang masih tersedia di lokasi tersebut.

PLTP Sarulla terletak di Kecamatan Pahae Julu dan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Pembangkit ini dioperasikan oleh sebuah konsorsium bernama Sarulla Operations Ltd. atau SOL. Kapasitas terpasang PLTP Sarulla adalah 330 MW, yang terbagi menjadi tiga unit. Masing-masing unit memiliki kapasitas 110 MW.

Unit pertama bernama Silangkitang atau SIL. Unit ini mulai beroperasi secara komersial pada Maret 2017. Unit kedua adalah Namora-I-Langit 1 atau NIL-1, yang beroperasi sejak Oktober 2017. Sementara unit ketiga, Namora-I-Langit 2 atau NIL-2, mulai beroperasi pada Mei 2018.

PLTP Sarulla merupakan salah satu aset strategis panas bumi milik Indonesia. Dengan potensi sumber daya yang mencapai 1.100 MW, pengelolaan lapangan yang lebih baik diharapkan tidak hanya memulihkan kapasitas pembangkit yang sudah ada. Lebih dari itu, langkah ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan energi bersih dan memperkuat ketahanan energi nasional secara keseluruhan.

Pemulihan PLTP Sarulla ini menjadi penting karena pembangkit tersebut adalah salah satu yang terbesar di Indonesia. Keberhasilannya mengembalikan kapasitas produksi akan berkontribusi signifikan terhadap pasokan listrik di Sumatera Utara dan sekitarnya. Investasi sebesar US$ 270 juta juga menunjukkan komitmen serius pemerintah dan pengelola untuk mengatasi tantangan teknis yang ada, terutama masalah tekanan uap yang menyebabkan penurunan kapasitas produksi.

PLTP Sarullapemulihan kapasitaspanas bumiinvestasi US$270 jutatarget 330 MWtekanan uapketahanan energi

Komentar

Memuat komentar...