Pemerintah Tetapkan WFH Jumat, Harap Hemat BBM dan Energi
Gambar atau konten salah?
Untuk menjaga stabilitas ekonomi selama masa perang, pemerintah menuntut aparatur sipil negara (ASN) mengorbankan satu hari kerja per minggu untuk bekerja dari rumah. Kebijakan ini diumumkan melalui Surat Edaran (SE) Kemendagri bernomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah. SE tersebut menegaskan bahwa ASN dapat bekerja dari rumah satu hari per minggu, yakni setiap hari Jumat.
Dalam keterangan tertulis yang diterbitkan pada Rabu, 01 April 2026, Tito menyatakan, “Penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan secara lokasi dengan pola kerja WFH sebanyak satu hari kerja dalam satu minggu yaitu setiap hari Jumat.”
Pemerintah mengusulkan hari Jumat sebagai hari WFH karena diharapkan dapat menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Menteri Keuangan Purbaya, yang memimpin inisiatif ini, menegaskan bahwa hari Jumat dapat membuat negara lebih efisien dalam mengurangi konsumsi energi. Namun, ia tidak menyebutkan angka pasti penghematan yang dapat dicapai.
“Kalau kita pilih Jumat dan itu kan, Jumat, jadi pasti ada penghematan BBM. Berapa persen, saya nggak tau, bisa berubah-ubah tergantung harga minyak,” ungkap Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 27 March 2026.
Di sisi lain, beberapa pihak menilai bahwa hari Jumat sebagai hari WFH dapat menjadi celah bagi “libur panjang” bagi sebagian orang. Kapoksi Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin, menyatakan, “Pemerintah telah memutuskan kebijakan WFH dilakukan pada hari Jumat setiap pekan. Meski dalam pandangan kami, pilihan hari ini tidak ideal karena dikhawatirkan akan berubah menjadi long weekend,” kata Khozin kepada wartawan, Rabu, 01 April 2026.
Selain kebijakan WFH, berita lain yang mencuat pada hari yang sama adalah penangkapan bos mafia asal Skotlandia, Steven Lyons, di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Penangkapan tersebut didasari red notice Interpol No. A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 March 2026. Operasi ini merupakan bagian integral dari ‘Operasi ARMORUM’, sebuah investigasi gabungan multinasional yang diinisiasi oleh Unit Central Operativa Guardia Civil Spanyol dan Police Scotland.
Di sisi lain, aksi sosial yang viral di media sosial juga menjadi sorotan. Kelompok yang dikenal sebagai Teman Bisik menuntun para Tuna Netra untuk mengikuti jalannya pertandingan Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis pada semifinal FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Beberapa pemain Timnas Indonesia, seperti Rizky Ridho dan Marc Klok, memberikan respons positif terhadap aksi tersebut.
Teman Bisik, yang dipimpin oleh Achmad Novrizal Hidayat, seorang Pembina Komunitas Sadar Belajar, menjadi sorotan karena visi besar mereka dalam memfasilitasi akses olahraga bagi penyandang disabilitas. Meskipun belum ada detail lengkap mengenai struktur organisasi mereka, aksi yang dilakukan menunjukkan komitmen sosial yang kuat.
Perkembangan kebijakan WFH dan penangkapan bos mafia menunjukkan dinamika kebijakan dan penegakan hukum di Indonesia. Kebijakan WFH menimbulkan perdebatan tentang efisiensi energi dan potensi libur panjang, sementara penegakan hukum terhadap penjahat lintas negara menegaskan komitmen Indonesia terhadap keamanan dan kerjasama internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
