Pemerintah Tingkatkan Kuota Magang Nasional 2026 Jadi 150 Ribu
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Indonesia berencana memperluas program Magang Nasional pada tahun 2026 dengan target peserta yang lebih besar. Usulan ini muncul setelah tingginya minat lulusan dan dunia usaha terhadap program tersebut.
Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi, pihaknya telah melaporkan perkembangan program magang 2025 kepada Presiden Prabowo Subianto. Kemnaker mengusulkan kuota magang 2026 naik menjadi 150 ribu peserta dari sebelumnya 100 ribu pada 2025.
“kami kemarin pak Menteri baru dipanggil Pak Presiden untuk menjelaskan seperti apa sih gambaran pemagangan yang 2025 dan alhamdulillah tanggapannya cukup bagus. Karena animo dari lulusan, termasuk perusahaan itu luar biasa. Kami mengusulkan untuk ada pemagangan nasional di 2026 kembali. Yang usulkan itu 150 ribu, jadi naik 50%,” ujar Cris di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta Pusat, Rabu (29 April 2026).
Kemnaker masih menunggu selesainya program magang nasional 2025. Dari tiga batch magang nasional yang dibuka, hanya satu batch yang telah diselesaikan. Saat ini, fokus utama adalah proses sertifikasi bagi peserta.
“Nah, sekarang kita lagi menyelesaikan dulu yang 2025, karena kita untuk sertifikasi BNSP. Jadi, mereka lulus bukan hanya punya pengalaman kerja, tapi juga punya sertifikasi keahlian dari BNSP,” tambah Cris. Sertifikasi ini diberikan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), menambah nilai tambah bagi lulusan.
Menanggapi skema kontribusi perusahaan, termasuk kemungkinan pemberian uang saku bagi peserta, Cris menyatakan masih dalam tahap penjajakan dan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing pihak.
“Masih dijajaki. Kita lihat kemungkinannya seperti apa,” tutup Cris.
Program magang nasional menjadi sarana penting bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja dan sertifikasi kompetensi. Dengan kuota yang lebih tinggi, pemerintah berharap dapat menambah jumlah tenaga kerja terampil di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
