Pemerintah Tinjau Opsi KCIC, Kereta Cepat Whoosh Dalam 2 Bulan

Agus P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Tinjau Opsi KCIC, Kereta Cepat Whoosh Dalam 2 Bulan

Gambar atau konten salah?

COO BPI Danantara Dony Oskaria mengungkapkan bahwa pemerintah sedang meninjau opsi pengambilalihan PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), konsorsium yang mengelola kereta cepat Whoosh. Proyek ini melayani rute Jakarta-Bandung dan telah menjadi sorotan utama dalam pengembangan infrastruktur transportasi nasional.

"Iya, kemungkinan, ini sedang kita... insyaallah mudah-mudahan sebentar lagi selesai, kita pikirin satu-satu kan. Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan update karena kalau sekarang belum final kita update nanti takut ramai lagi," ujar Dony. Ia ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada 07 April 2026. Sebagai BP BUMN, Dony menegaskan bahwa semua opsi penyelesaian masalah Kereta Cepat akan dibahas dan berbuah keputusan dalam waktu satu hingga dua bulan.

"Masih ada beberapa opsi pokoknya. Semua penyelesaian itu, jadi apakah opsi A, Opsi B, tapi 1-2 bulan ini akan selesai," sebut Dony. Ia tidak menjelaskan nasib konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang terdiri dari PT KAI, PT WIKA, PT Jasa Marga, hingga PTPN. Dony menekankan bahwa pemerintah akan membuat semua BUMN bekerja sesuai porsi dan keahliannya masing-masing, contohnya WIKA akan fokus pada urusan kontraktor, tak lagi mengurus kereta cepat.

"Itu kita beresin sekalian, kan kita maunya sekali selesai tuntas semua kita kembalikan lagi ke porsinya, misalnya WIKA memang bukan bidangnya di situ kita akan fokus ke kontraktor. Nanti satu per satu kita bereskan. Kita maunya semua yang diselesaikan tuntas," papar Dony. Sejauh ini, konsorsium empat BUMN Indonesia memegang 60% saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), sementara 40% sisanya merupakan kepemilikan konsorsium perusahaan China.

Opsi pengambilalihan Kementerian Keuangan menjadi salah satu alternatif, namun keputusan masih dalam tahap diskusi. Perusahaan BUMN dan mitra China akan tetap berperan sesuai keahlian masing-masing, sementara proyek kereta cepat Whoosh diharapkan segera kembali pada jalur operasionalnya.

Kereta Cepat Indonesia-ChinaWhooshJakarta-BandungPengambilalihanBUMNPT KAIKementerian Keuangan

Komentar

Memuat komentar...