Pemerintah Uji CNG sebagai Pengganti LPG 3kg Rumah Tangga
Gambar atau konten salah?
Jakarta, 06 Mei 2026 – Pemerintah Indonesia sedang menguji coba CNG sebagai pengganti LPG 3 kg untuk kebutuhan rumah tangga. Uji coba ini diselenggarakan di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan dihadiri Menteri Bahlil Lahadalia.
Menteri Bahlil menegaskan bahwa subsidy akan tetap diberikan pada CNG seperti yang sudah berlaku untuk LPG 3 kg. Ia mengatakan, “Arahan Bapak Presiden, baik itu CNG maupun LPG akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat ya,” saat ditemui di Kementerian ESDM.
Ia menambahkan, “Doakan seperti itu ya. Minimal sama (Harganya dengan LPG). Minimal sama,” menegaskan bahwa harga CNG yang sampai ke konsumen akan setara dengan LPG 3 kg.
Menurut Bahlil, saat ini pihaknya masih melakukan uji coba penggunaan tabung CNG ukuran 3 kilogram sebelum diimplementasikan secara luas. Ia menjelaskan, “Bahlil mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan uji coba penggunaan tabung CNG ukuran 3 kilogram sebelum diimplementasikan secara luas ke masyarakat.”
Ia juga menjelaskan tentang penggunaan CNG berukuran lebih besar. “Tapi kan untuk CNG ini, untuk yang 12 kilo, yang 20 kilo itu sudah jalan, untuk dipakai di hotel dan restoran. Dan kemudian bagus, dan itu lebih efisien. Tapi kan rakyat kan enggak mungkin kita suruh yang berat-berat itu, 20 kilo. Nah, ini yang kita lagi godok. Dan ini sudah kita kerjakan sebenarnya sejak setahun lalu. Tapi untuk mendapatkan teknologi yang 3 kilogramnya, ini lagi kita tes. Gitu, ya,” ujarnya.
Uji coba ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan transisi energi yang terjangkau bagi masyarakat, sambil tetap menjaga ketersediaan sumber daya yang efisien dan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
