Pencurian Celana Dalam di Banyuwangi Terkait Ritual Pelaris

Wulan M. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pencurian Celana Dalam di Banyuwangi Terkait Ritual Pelaris

Gambar atau konten salah?

Warga Dusun Telagasari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi tengah diresahkan oleh aksi pencurian celana dalam milik perempuan. Kejadian ini sudah berlangsung selama kurang lebih satu bulan terakhir. Korban merasa was-was, apalagi pakaian dalam yang dicuri diduga akan digunakan untuk keperluan ritual tertentu.

Ketua Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Banyuwangi, Abdul Fatah Hasan, memberikan penjelasan mengenai makna di balik aksi pencurian tersebut. Menurutnya, motif pelaku bisa ditebak dari kondisi celana dalam yang menjadi sasaran. Jika yang dicuri adalah celana dalam yang belum dicuci, aksi ini erat hubungannya dengan ritual pelaris. Ritual ini biasa dilakukan untuk melancarkan bisnis atau usaha tertentu.

"Celana dalam yang belum dicuci itu identik dengan kandungan energi dari pemilik barang tersebut. Energi itu diserap untuk melariskan atau membuat bisnis atau dagangan dari pelaku menjadi lebih diminati," ujar Abdul Fatah saat dikonfirmasi melalui telepon pada Kamis, 09 Juli 2026.

Ia menambahkan, ritual pelarisan tidak dilakukan secara sembarangan. Pelaku biasanya sudah menentukan target korban yang dinilai memiliki aura positif yang kuat. Aura tersebut harus cocok dengan kebutuhan ritual pelarisan yang akan dijalankan.

Kondisi akan berbeda jika pencuri justru menyasar celana dalam yang sudah dicuci dan sedang dijemur. Menurut Abdul Fatah, motif di balik pencurian celana dalam bersih ini adalah untuk ritual pengasihan, atau yang lebih dikenal dengan ilmu pelet. Tidak jarang, pelaku bahkan mengambil lebih dari satu celana dalam sekaligus. Hal ini bukan tanpa alasan. Pelaku melakukannya untuk mencari kecocokan energi yang paling optimal.

"Jika yang dicuri itu lebih dari satu, itu artinya digunakan sebagai salah satu potensi energi mana yang mau diutamakan. Jadi akan dipilih mana yang sekiranya nanti cocok dan bisa digunakan sebagai syarat utama menjalani ritual," jelasnya.

Mengenai sosok korban yang dijadikan target, Abdul Fatah menyebutkan bahwa sebenarnya tidak ada kriteria baku yang mutlak. Penentuan target ini sering kali merupakan bagian dari instruksi khusus. Bisa juga improvisasi dari sang dukun atau guru spiritual pelaku.

"Setiap penasihat spiritual itu pasti punya cara dan improvisasi sendiri," tutur Fatah.

Kendati target bisa berubah-ubah tergantung pada dukun, Abdul Fatah menegaskan bahwa waktu pelaksanaan ritual ini memiliki pola tersendiri. Ada bulan-bulan tertentu dalam kalender spiritual yang kerap dimanfaatkan pelaku untuk bergerak. Salah satunya adalah bulan Suro.

"Sementara jika bulan atau waktu tertentu itu memang ada, misalnya seperti bulan Suro itu pasti ada," pungkasnya.

Untuk kasus yang menimpa warga Dusun Telagasari, Abdul Fatah mengaitkannya dengan ritual pengasihan atau pelet. Menurutnya, ada peluang kecocokan antara motif tersebut dengan modus pencurian yang terjadi di sana.

Sosok pelaku pencurian sempat terekam dalam video. Rekaman itu bahkan sempat viral di media sosial. Namun hingga kini, pelaku masih belum terungkap. Padahal sudah puluhan celana dalam warga yang raib digasak oleh pelaku.

Salah satu korban, Sulis Nunda Sari (32), mengaku sudah mengetahui sejumlah celana dalamnya hilang karena dicuri. Tercatat, pakaian dalam miliknya telah hilang sebanyak 12 buah. Ia bahkan mengaku pernah memergoki langsung pelaku saat beraksi. Namun, ia memilih diam karena dicekam rasa takut.

"Saya sempat memergoki pelaku sebanyak tiga kali, tapi saya tidak berani mengambil tindakan karena takut," kata Sulis saat memberikan keterangan di rumahnya pada Rabu, 08 Juli 2026.

Dari penjelasan Abdul Fatah Hasan, pencurian celana dalam bukan sekadar aksi kriminal biasa. Ada dimensi spiritual yang melatarbelakangi perbuatan tersebut. Motif pelaku bisa berbeda tergantung pada kondisi barang curian, apakah sudah dicuci atau belum. Hal ini menunjukkan bahwa praktik ritual tertentu masih dipercaya dan dijalankan oleh sebagian orang di masyarakat.

pencurian celana dalamritual pelarisritual pengasihanBanyuwangiPerdunubulan Surokriminal spiritual

Komentar

Memuat komentar...