Timnas Norwegia Pindah Hotel Gegara Bising, Gangguan Jelang Lawan Inggris
Gambar atau konten salah?
Sebuah masalah tak terduga menghampiri Timnas Norwegia saat bersiap menghadapi perempatfinal Piala Dunia 2026. Mereka harus meninggalkan hotel tempat menginap hanya sehari setelah check-in. Penyebabnya? Suara bising dari lalu lintas dan proyek konstruksi di sekitar hotel.
Norwegia sebenarnya baru saja mencatatkan pencapaian manis dengan melaju ke babak delapan besar turnamen ini. Ini kali pertama mereka mencapai fase tersebut sejak tahun 1998. Lawan yang akan dihadapi di perempatfinal adalah Inggris. Pertandingan dijadwalkan berlangsung di Miami Stadium pada Minggu, 12 Juli 2026.
Namun persiapan laga krusial itu terusik. Tim asuhan Stale Solbakken awalnya menginap di Dalmar Hotel. Lokasinya ternyata dekat jalan raya dengan lalu lintas yang sangat padat. Kebisingan dari kendaraan ditambah suara pengerjaan konstruksi di dekat hotel membuat suasana menjadi tidak nyaman bagi Erling Haaland dan kawan-kawan.
Manajer Logistik Norwegia, Truls Daehli, mengungkapkan bahwa keputusan pindah hotel sebenarnya bukan pilihan ideal. Namun tekanan dari para pemain membuat langkah ini harus diambil. "Kami memiliki orang-orang yang kuat di tim pendukung kami dan berhasil pindah dalam waktu dua setengah jam," ujar Daehli. "Proses pindah hotel memang tidak ideal, tetapi kami ingin bertindak secepat mungkin. Memiliki suasana yang baik adalah yang terpenting."
Daehli melaporkan situasi ini ke FIFA. Hasilnya, Norwegia berhasil pindah ke hotel baru dalam tempo cepat — hanya dua setengah jam sejak keputusan diambil. Hotel baru ini berlokasi lebih dekat ke Miami Stadium, tempat laga melawan Inggris akan digelar.
Pendanaan untuk pemindahan ini ditanggung bersama. FIFA setuju membayar biaya 50 kamar hotel baru plus biaya keamanan. Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Norwegia harus menanggung biaya tambahan untuk memenuhi permintaan peningkatan fasilitas yang diajukan oleh para pemain di hotel baru tersebut.
Cerita ini menunjukkan bahwa masalah logistik – sekecil kebisingan sekalipun – bisa mengganggu persiapan tim sepak bola profesional di turnamen sebesar Piala Dunia. Tim pendukung yang sigap dan komunikasi cepat dengan otoritas turnamen menjadi kunci untuk mengatasi hambatan di luar lapangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
