5.000 Kasus Perceraian di Garut, Mayoritas Gugatan Istri
Gambar atau konten salah?
Angka perceraian di Kabupaten Garut melonjak signifikan. Dalam tujuh bulan pertama tahun 2026, hampir 5.000 kasus perceraian tercatat secara resmi.
Pengadilan Agama Kabupaten Garut menangani total 4.574 perkara perceraian hingga pertengahan tahun ini. Data tersebut dirilis pada Senin, 13 Juli 2026.
Kosmara, Panitera PA Garut, merinci bahwa dari jumlah tersebut, 3.809 perkara merupakan gugatan cerai yang diajukan oleh pihak istri. Sementara itu, 765 perkara sisanya adalah cerai talak, yang berarti diajukan oleh suami.
"Terdiri dari 3.809 gugatan cerai, dan 765 perkara cerai talak," ungkap Kosmara.
Angka ini merupakan akumulasi perkara yang ditangani sejak Januari hingga Juli 2026. Data menunjukkan bahwa mayoritas perceraian diprakarsai oleh perempuan.
Kosmara menjelaskan, penyebab utama perceraian didominasi oleh perselisihan dan pertengkaran yang berkelanjutan di antara pasangan. Faktor ini menjadi pemicu sebanyak 2.416 kasus.
Faktor ekonomi juga menjadi masalah besar. Sebanyak 971 kasus perceraian dipicu oleh masalah keuangan. Selain itu, ada 8 kasus yang disebabkan oleh perjudian.
Kekerasan dalam rumah tangga dan perselingkuhan turut menjadi pemicu di sejumlah perkara yang diajukan ke Pengadilan Agama Garut dalam periode Januari hingga Juli 2026.
Menurut Kosmara, pihak pengadilan tidak tinggal diam. Mereka berupaya mencegah perceraian dengan mengutamakan mediasi dalam setiap proses sidang perkara cerai.
Isu tingginya angka perceraian di Garut mencuat setelah seorang warganet membagikan kisahnya di media sosial. Dalam unggahan Instagram, pengguna tersebut menceritakan bahwa 5.000 wanita Garut menjadi janda tahun ini setelah bercerai dengan suami mereka.
Dari data yang ada, terlihat bahwa konflik rumah tangga yang tak kunjung reda dan tekanan ekonomi menjadi dua faktor dominan yang mendorong pasangan di Garut untuk mengakhiri pernikahan mereka. Upaya mediasi yang dilakukan pengadilan menjadi langkah preventif, namun angka yang tercatat menunjukkan bahwa perceraian tetap menjadi persoalan serius di wilayah tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
