Appi Ambil Formulir, Siap Lawan IAS di Musda Golkar

Dedi S. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Appi Ambil Formulir, Siap Lawan IAS di Musda Golkar

Gambar atau konten salah?

Panitia Pengarah atau Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan telah membuka pendaftaran untuk calon Ketua DPD I Golkar Sulsel. Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin, sudah resmi mengambil formulir pendaftaran.

Pengambilan formulir itu diwakili oleh kader Golkar Makassar bernama Siswanto. Prosesnya berlangsung di Kantor DPD I Golkar Sulsel yang berada di Jalan Ammanagappa, pada Senin, 13 Juli 2026. Appi berencana mengembalikan formulir tersebut bersamaan dengan jadwal pengembalian milik Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

"Tadi, sekitar jam 1 siang, Pak Appi diwakili Kader Golkar Makassar Pak Siswanto. Alhamdulillah Pak Appi sudah mengambil formulir, mohon doa ta' semua karena akan dikembalikan yang insyaallah bersamaan dengan pengembalian Pak Aco (IAS), konon katanya akan hadir semua ketua-ketua DPD II," ujar Ketua DPD II Golkar Takalar Zulkarnain Arief pada Senin, 13 Juli 2026.

Zulkarnain menjelaskan bahwa saat pengembalian formulir nanti, Appi akan melampirkan 20 surat rekomendasi dukungan dari DPD II Golkar di tingkat kabupaten dan kota. Jika berkas tersebut ditolak oleh SC, Zulkarnain menegaskan akan menempuh jalur hukum.

"Nanti kita lihat, pengembalian formulir pasti sesuai tahapan. Kita juga akan bawa 20 surat rekomendasi dukungan yang sudah dipegang Pak Appi, itu wajib karena sudah ada kuasa dukungannya, bermaterai, hasil pleno. Kalau itu tertolak (surat dukungan rekomendasi) kemungkinan kita akan ke pengadilan, pengadilan yang akan putuskan," jelasnya.

Zulkarnain mengklaim surat dukungan tersebut tetap sah meskipun 19 DPD II yang sama juga memberikan rekomendasi ke IAS. Alasannya, dukungan untuk Appi tidak pernah dicabut secara resmi.

"Selama ini saya di grup masih jalan terus. Terakhir, saya sampaikan kalau ini hari batas waktu kalau tidak diambil aslinya (surat rekomendasi dukungan) maka saudara ketua-ketua (DPD II) itu sah untuk diwakili oleh timnya Pak Appi. Kalau mau ambil aslinya silakan," tuturnya.

Zulkarnain bahkan mengaku sudah memberi tahu pimpinan DPD II yang ingin mengalihkan dukungannya. Namun hingga saat ini, kata Zulkarnain, surat tersebut tidak diambil oleh para DPD II.

"Tapi ini sudah lima kali disampaikan di grup, mereka hanya baca. Mohon sampai batas tanggal ini hari apabila saudara tidak mengambil asli melalui tim, maka tim berhak untuk mewakili karena dukungan itu untuk digunakan maju di Musda. Kalau tindakan SC bertentangan dengan aturan menurut kita, maka kita ketemu di pengadilan, nanti pengadilan yang sahkan benar tidaknya," bebernya.

Sebelumnya, Appi mendapat dukungan dari mayoritas DPD II untuk maju di Musda Golkar Sulsel. Namun belakangan, DPD II tersebut berbondong-bondong mengeluarkan surat dukungan untuk IAS. IAS sendiri menerima diskresi dari Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.

Zulkarnain mengatakan bahwa pada saat pengembalian formulir, Appi akan melampirkan 20 rekomendasi dukungan dari DPD II Golkar di tingkat kabupaten dan kota. Ia mengklaim surat dukungan tersebut tetap sah meskipun 19 DPD II yang sama juga memberikan rekomendasi ke IAS. Pasalnya, dukungan untuk Appi tidak pernah dicabut.

"Selama ini saya di grup masih jalan terus. Terakhir, saya sampaikan kalau ini hari batas waktu kalau tidak diambil aslinya (surat rekomendasi dukungan) maka saudara ketua-ketua (DPD II) itu sah untuk diwakili oleh timnya Pak Appi. Kalau mau ambil aslinya silakan," tuturnya.

Zulkarnain bahkan mengaku sudah mengabari pimpinan DPD II yang ingin mengalihkan dukungannya. Namun hingga saat ini, kata Zulkarnain, surat tersebut tidak diambil oleh para DPD II.

"Tapi ini sudah lima kali disampaikan di grup, mereka hanya baca. Mohon sampai batas tanggal ini hari apabila saudara tidak mengambil asli melalui tim, maka tim berhak untuk mewakili karena dukungan itu untuk digunakan maju di Musda. Kalau tindakan SC bertentangan dengan aturan menurut kita, maka kita ketemu di pengadilan, nanti pengadilan yang sahkan benar tidaknya," bebernya.

Jika berkas dukungan itu ditolak oleh SC, Zulkarnain memastikan akan menempuh jalur hukum. "Nanti kita lihat, pengembalian formulir pasti sesuai tahapan. Kita juga akan bawa 20 surat rekomendasi dukungan yang sudah dipegang Pak Appi, itu wajib karena sudah ada kuasa dukungannya, bermaterai, hasil pleno. Kalau itu tertolak (surat dukungan rekomendasi) kemungkinan kita akan ke pengadilan, pengadilan yang akan putuskan," jelasnya.

Diketahui, Appi sebelumnya didukung oleh mayoritas DPD II untuk maju di Musda Golkar Sulsel. Namun belakangan, DPD II tersebut berbondong-bondong mengeluarkan surat dukungan untuk IAS. IAS sendiri menerima diskresi dari Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan oleh SC Musda XI Partai Golkar Sulsel, pengambilan formulir bakal calon berlangsung pada 13-14 Juli 2026. Selanjutnya, pengembalian dokumen persyaratan dijadwalkan pada 15-17 Juli 2026. Proses verifikasi dokumen akan dilakukan pada 17 Juli 2026.

Zulkarnain bahkan menyebut sudah mengabari pimpinan DPD II yang ingin mengalihkan dukungannya. Namun hingga saat ini, kata Zulkarnain, surat tersebut tidak diambil oleh para DPD II.

"Tapi ini sudah lima kali disampaikan di grup, mereka hanya baca. Mohon sampai batas tanggal ini hari apabila saudara tidak mengambil asli melalui tim, maka tim berhak untuk mewakili karena dukungan itu untuk digunakan maju di Musda. Kalau tindakan SC bertentangan dengan aturan menurut kita, maka kita ketemu di pengadilan, nanti pengadilan yang sahkan benar tidaknya," bebernya.

Persaingan menuju Musda Golkar Sulsel memanas. Appi yang awalnya didukung mayoritas DPD II kini harus bersaing dengan IAS yang mendapat restu dari ketua umum partai. Kedua kubu sama-sama mengklaim memiliki dukungan yang sah, dan siap membawanya ke pengadilan jika diperlukan.

Golkar SulselMusda XIMunafri AppiDPD IIdukunganpengadilanformulir

Komentar

Memuat komentar...