Gunungan Sampah di Ciganitri, Warga Didera Bau Busuk
Gambar atau konten salah?
Tumpukan sampah setinggi gunung kini menghiasi Jalan Raya Ciganitri, tepatnya di Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Warga sekitar mengeluhkan bau busuk yang menyengat dari gunungan sampah tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 13 Juli 2026.
Sampah-sampah itu berserakan di pinggir jalan raya yang menjadi batas antara Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Tak hanya bau, asap dari pembakaran sampah juga kerap tercium oleh warga yang melintas. Sebagian tumpukan sudah ditutupi seng di sepanjang jalan. Namun, ada beberapa titik yang sengajanya tidak tertutup. Titik-titik itulah yang kemudian dijadikan tempat pembuangan sampah oleh oknum warga.
Camat Bojongsoang, Kankan Taufik Barnawan, mengungkapkan bahwa sampah tersebut sebenarnya dikelola oleh oknum pengurus RW. Oknum itu menarik pungutan dari warga untuk pengelolaan sampah. "Nah, setelah dipungut, ternyata sampahnya itu dibuangnya ke situ (Ciganitri). Nah, itu ada sekitar kalau enggak salah 5 RW yang membuang ke situ," kata Kankan kepada awak media.
Menurut Kankan, cara pengelolaan sampah seperti ini jelas tidak ramah lingkungan. Ia menekankan bahwa pola pikir masyarakat harus berubah. "Jadi jangan berorientasi semangat memungut uangnya saja, tetapi pengelolaan sampahnya tidak dilakukan secara ramah lingkungan," ujarnya.
Kankan memperingatkan, jika praktik ini terus berlanjut, bisa berujung pada pidana lingkungan. Oleh karena itu, ia memilih pendekatan persuasif. "Kita edukasi terutama para pengurus di tingkat RW lah. Saya juga enggak mau tegas-tegasan secara langsung," jelasnya.
Kankan menjelaskan, tumpukan sampah ini sudah ada sejak ia menjabat pada tahun 2025. Saat pertama kali bertugas, ia langsung melakukan pembersihan besar-besaran. "Terus sampah itu kembali menumpuk dari beberapa bulan yang lalu. Itu karena tidak adanya pengelolaan sampah yang baik dan hanya mengandalkan keuntungan dari pungutan sampah," katanya.
Sebelumnya, pihak kecamatan sempat mendapat layanan pengangkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung. Pengangkutan itu dilakukan di Desa Bojongsari dan Desa Lengkong. Namun, karena banyaknya tumpukan sampah di berbagai kecamatan, jadwal pengangkutan jadi bergilir. "Mungkin karena tiap kecamatan banyak tumpukan sampah jadi bergilir di kecamatan lain dulu. Sehingga untuk kuota pengangkutan Bojongsoang masih belum dapat lagi. Mudah-mudahan bisa secepatnya diangkut," pungkas Kankan.
Masalah sampah di Bojongsoang ini menunjukkan bagaimana praktik pengelolaan yang berorientasi pada pungutan, bukan pada solusi lingkungan, justru memperparah persoalan. Meski ada upaya pembersihan dan edukasi, tumpukan sampah kembali muncul karena tidak ada sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Harapan warga kini tertumpu pada jadwal pengangkutan dari DLH yang belum pasti.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
