Gunungan Sampah di Ciganitri, Warga Didera Bau Busuk

Ayu W. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Gunungan Sampah di Ciganitri, Warga Didera Bau Busuk

Gambar atau konten salah?

Tumpukan sampah setinggi gunung kini menghiasi Jalan Raya Ciganitri, tepatnya di Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Warga sekitar mengeluhkan bau busuk yang menyengat dari gunungan sampah tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 13 Juli 2026.

Sampah-sampah itu berserakan di pinggir jalan raya yang menjadi batas antara Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Tak hanya bau, asap dari pembakaran sampah juga kerap tercium oleh warga yang melintas. Sebagian tumpukan sudah ditutupi seng di sepanjang jalan. Namun, ada beberapa titik yang sengajanya tidak tertutup. Titik-titik itulah yang kemudian dijadikan tempat pembuangan sampah oleh oknum warga.

Camat Bojongsoang, Kankan Taufik Barnawan, mengungkapkan bahwa sampah tersebut sebenarnya dikelola oleh oknum pengurus RW. Oknum itu menarik pungutan dari warga untuk pengelolaan sampah. "Nah, setelah dipungut, ternyata sampahnya itu dibuangnya ke situ (Ciganitri). Nah, itu ada sekitar kalau enggak salah 5 RW yang membuang ke situ," kata Kankan kepada awak media.

Menurut Kankan, cara pengelolaan sampah seperti ini jelas tidak ramah lingkungan. Ia menekankan bahwa pola pikir masyarakat harus berubah. "Jadi jangan berorientasi semangat memungut uangnya saja, tetapi pengelolaan sampahnya tidak dilakukan secara ramah lingkungan," ujarnya.

Kankan memperingatkan, jika praktik ini terus berlanjut, bisa berujung pada pidana lingkungan. Oleh karena itu, ia memilih pendekatan persuasif. "Kita edukasi terutama para pengurus di tingkat RW lah. Saya juga enggak mau tegas-tegasan secara langsung," jelasnya.

Kankan menjelaskan, tumpukan sampah ini sudah ada sejak ia menjabat pada tahun 2025. Saat pertama kali bertugas, ia langsung melakukan pembersihan besar-besaran. "Terus sampah itu kembali menumpuk dari beberapa bulan yang lalu. Itu karena tidak adanya pengelolaan sampah yang baik dan hanya mengandalkan keuntungan dari pungutan sampah," katanya.

Sebelumnya, pihak kecamatan sempat mendapat layanan pengangkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung. Pengangkutan itu dilakukan di Desa Bojongsari dan Desa Lengkong. Namun, karena banyaknya tumpukan sampah di berbagai kecamatan, jadwal pengangkutan jadi bergilir. "Mungkin karena tiap kecamatan banyak tumpukan sampah jadi bergilir di kecamatan lain dulu. Sehingga untuk kuota pengangkutan Bojongsoang masih belum dapat lagi. Mudah-mudahan bisa secepatnya diangkut," pungkas Kankan.

Masalah sampah di Bojongsoang ini menunjukkan bagaimana praktik pengelolaan yang berorientasi pada pungutan, bukan pada solusi lingkungan, justru memperparah persoalan. Meski ada upaya pembersihan dan edukasi, tumpukan sampah kembali muncul karena tidak ada sistem pengelolaan yang berkelanjutan. Harapan warga kini tertumpu pada jadwal pengangkutan dari DLH yang belum pasti.

tumpukan sampahbau busukCiganitripengelolaan sampahpungutan liarpidana lingkunganDLH

Komentar

Memuat komentar...