Gempa 5,4 Guncang Buol, Warga Lari ke Gunung
Gambar atau konten salah?
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam. Guncangan itu memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga. Banyak dari mereka, terutama yang tinggal di daerah pesisir, langsung berhamburan menuju dataran tinggi. Ketakutan akan datangnya tsunami menjadi alasan utama.
Salah seorang warga Desa Negeri Lama, Kecamatan Bokat, bernama Nova, menceritakan pengalamannya. Saat gempa terjadi, ia sedang berada di rumah. "Waktu gempa saya sementara di rumah. Pas itu sekitar setengah 10 malam. Tiba-tiba goyang kuat, lampu langsung mati," ujarnya pada Senin, 13 Juli 2026.
Rumah Nova berada tidak jauh dari bibir pantai. Karena itu, ia bersama keluarganya memilih mengungsi ke arah perbukitan. Kepanikan warga, menurut Nova, dipicu oleh kekhawatiran akan potensi tsunami. "Iya, kami lari karena rumah kami dekat sekali dengan pantai. Jadi langsung lari ke gunung. Keras sekali gempanya, terasa kuat getaran di tanah. Saya sementara baring di kamar, tiba-tiba langsung goyang," katanya.
Ia menambahkan, "Kami lari karena takut tsunami. Gempa lumayan lama dan kuat, ditambah rumah dekat sekali dengan pantai."
Kesaksian serupa datang dari Niong, warga Kelurahan Buol, Kecamatan Biau. Saat gempa terjadi, ia sedang bersama suami dan anak-anaknya di rumah. "Waktu gempa saya sementara di rumah dengan anak-anak dan suami. Awalnya panik karena lihat orang-orang lari sambil bilang air surut. Karena dengar itu, kami ikut lari ke atas gunung," kata Niong.
Di tengah kepanikan, Niong sempat berusaha menghubungi ayahnya yang tinggal di lokasi berbeda di Kabupaten Buol. Namun, jaringan telekomunikasi sempat terganggu beberapa menit setelah gempa. "Saya mau hubungi bapak, tapi beberapa menit setelah gempa jaringan hilang. Rumah saya dan orang tua memang beda, tapi masih sama-sama di Buol. Saya juga coba hubungi tetangga dekat rumah orang tua, semuanya tidak aktif," ungkapnya.
Niong sebenarnya berniat memastikan kondisi orang tuanya terlebih dahulu sebelum mengungsi. Namun, rencana itu urung dilakukan. Jalanan dipenuhi kendaraan dan warga yang mengungsi. "Sebenarnya sebelum ke gunung saya mau ke rumah orang tua dulu. Tapi sudah terjebak macet karena banyak warga yang lari," ujarnya.
Ia menggambarkan suasana saat itu dipenuhi kepanikan. Hampir seluruh warga berbondong-bondong menuju dataran tinggi. Kekhawatiran akan tsunami muncul setelah mereka merasakan guncangan yang cukup kuat. "Ramai sekali orang. Hampir semua lari ke gunung karena takut terjadi tsunami. Gempanya memang lumayan keras," katanya.
Beberapa jam setelah kejadian, Niong akhirnya mendapat kabar bahwa orang tuanya dalam kondisi selamat. Situasi di Buol pun berangsur kondusif setelah BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. "Alhamdulillah sekarang sudah aman. Beberapa jam setelah kejadian saya sudah dapat kabar kalau orang tua juga aman," pungkasnya.
Gempa M 5,4 yang mengguncang Buol tidak hanya memicu kepanikan. Gempa ini juga menimbulkan korban jiwa. Satu orang dilaporkan tewas, diduga karena serangan jantung. "Iya, yang meninggal pasien RSUD Buol. karena panik, dan serangan jantung," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buol Moh. Kachfi Mardjuni pada Senin, 13 Juli 2026.
Selain korban jiwa, sejumlah bangunan juga rusak akibat gempa tersebut. Bangunan yang rusak meliputi ruang perawatan RSUD Buol, Kantor Inspektorat, rumah makan, hingga rumah warga. "Ada beberapa bangunan (rusak) seperti Kantor Mal Pelayanan Publik, sebagian ruang perawatan RSUD Buol, Kantor Inspektorat, Rumah Makan Daeng Sugi di Leok II, rumah warga di Lingkungan Bundo, Kelurahan Kali, serta sebuah rumah warga di Leok II," bebernya.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 yang mengguncang Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu malam, memicu kepanikan massal dan satu korban jiwa. Warga pesisir berlarian ke dataran tinggi karena takut tsunami, sementara jaringan telekomunikasi sempat lumpuh. Setelah BMKG mengumumkan tidak ada potensi tsunami, situasi perlahan kembali normal. Satu orang meninggal karena serangan jantung akibat panik, dan beberapa bangunan dilaporkan rusak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
8 Siswa Ditolak Sekolah di Tasikmalaya, Orang Tua Lapor KPAID
Pengemudi Tabrak Taman Tugu Muda Ditemukan di RS
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Dimulai
Sam Neill Meninggal di Usia 78 Tahun
Kritikus MasterChef Bocorkan 5 Restoran yang Tak Layak Dikunjungi
Rashford Sepi Peminat, Barcelona Tolak Perpanjang
Turki Gantikan Iran, Ancaman Baru bagi Israel
BEI Buka Akses Saham BYD dan Tencent Lewat SSF
