Pengukus Telur: Cara Hindari Jerawat Untuk Kulit Sehat
Gambar atau konten salah?
Telur sering dijadikan sumber protein utama bagi banyak orang. Namun, cara memasaknya dapat memengaruhi kesehatan kulit. Menggoreng telur dengan banyak minyak tidak hanya menambah kalori, tetapi juga dapat memicu jerawat dan bisul.
Menurut Edwin Lau, chef dan praktisi kebugaran, ia pernah mengalami masalah kulit karena cara memasak telur yang tidak tepat. "Dulunya telur saya goreng, diceplok, atau didadar, alhasil bisul dan jerawatan," ujarnya di akun Instagramnya pada 18 April 2024.
Ia kemudian menyarankan metode memasak yang lebih sehat: mengukus telur. Langkahnya sederhana. Pilih telur ayam yang bersih dan bagus. Cuci bersih telur, lalu letakkan di dalam kukusan. Tutup panci dan kukus selama 15 menit. Meskipun 12 menit sudah cukup, 15 menit memastikan semua bakteri mati dan telur matang sempurna. Dengan cara ini, nutrisi tidak terbuang dan risiko iritasi kulit berkurang.
Metode mengukus juga menjaga kandungan vitamin dan mineral tetap utuh. Berbeda dengan menggoreng, di mana minyak dapat menurunkan kualitas gizi. Selain itu, tekstur telur yang lembut membuatnya lebih mudah dicerna.
Di sisi lain, ayam goreng tetap menjadi favorit banyak orang. Banyak pengguna media sosial yang berbagi rekomendasi tempat ayam goreng terenak. Salah satu yang paling sering disebut adalah Ayam Goreng Mbah Karto Solo, warung yang sudah berdiri sejak tahun 1960‑an. Tempat ini bahkan pernah dikunjungi oleh mantan presiden Jokowi dan keluarganya.
Selain Mbah Karto, ada juga Ayam Goreng Bu Tini, Ayam Goreng Mbak Nana, dan Ayam Goreng Buni. Semua tempat ini menawarkan cita rasa berbeda, namun tetap mempertahankan kelezatan khas ayam goreng. Lokasinya tersebar dari Jakarta hingga Semarang, sehingga mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Berbicara tentang makanan tradisional, siomay juga mendapat sorotan. Beberapa penjual menggunakan ikan sapu‑sapu sebagai bahan baku siomay. Ikan ini dikenal sebagai spesies invasif dengan jumlah penangkapan yang besar. Penggunaan ikan ini menimbulkan kontroversi karena dapat mengganggu ekosistem lokal.
Siomay yang terbuat dari ikan sapu‑sapu biasanya memiliki warna lebih gelap dan keabu‑abuan dibandingkan siomay ikan tenggiri. Dagingnya kusam, dan aromanya tajam serta amis. Ciri-ciri ini dapat membantu konsumen membedakan bahan baku yang digunakan.
Penggunaan ikan sapu‑sapu dalam makanan juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan keberlanjutan. Meskipun lebih murah, bahan ini tidak selalu memenuhi standar kebersihan dan kualitas yang diharapkan.
Secara keseluruhan, cara memasak telur dan memilih bahan makanan yang tepat dapat memengaruhi kesehatan kulit dan kesejahteraan umum. Memilih metode mengukus untuk telur dan memperhatikan sumber bahan makanan, seperti ayam goreng dan siomay, dapat membantu menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari masalah kulit. Dengan memahami pilihan ini, konsumen dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana tentang pola makan mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Makanan Ular di Asia: Sup Hong Kong, Sate Indonesia, dan Lagi
Han Lewat 25 Tahun di KFC, Buka Warung Ayam Mantan KFC
Zushiku: Sushi Grab‑n‑Go Menyajikan Rasa Autentik di Jakarta
Bump: Kue Protein Sehat 170 Kalori dari Montreal Fitness
Berita Terbaru
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Zodiak Cancer 4 Juni 2026: Hari Ramai Air dan Keberuntungan
Zodiak Virgo 4 Juni 2026: Hari Bintang, Peluang Romantis & Karier
Zodiak Aries 4 Juni 2026: Energi Baru dan Peluang Cinta
Zodiak Libra 4 Juni 2026: Keseimbangan Hari, Cinta, Karier & Kesehatan
Zodiak Scorpio 4 Juni 2026: Panduan Hari Terbaik Hari
Zodiak Leo 4 Juni 2026: Energi Matahari Menuntun Hari Anda
Zodiak Gemini: 4 Juni 2026, Hari Dinamika Kencan dan Karier
