Peninjauan Lalu Lintas Bandara Husein Sastranegara
Gambar atau konten salah?
Tim gabungan dari berbagai instansi melakukan peninjauan langsung ke Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. Mereka terdiri dari Dinas Perhubungan Kota Bandung, Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung, Lanud Husein Sastranegara, dan Angkasa Pura. Fokus utama kegiatan ini adalah mengecek fasilitas transportasi di kawasan bandara.
Bersamaan dengan peninjauan itu, mereka juga mulai menerapkan pengaturan lalu lintas baru dan menata sistem parkir. Semua ini dilakukan untuk menyambut pembukaan kembali bandara yang akan segera terjadi.
Dimas Sodik Mikail, yang menjabat sebagai Kasi Perlengkapan Jalan Dishub Kota Bandung, menjelaskan apa yang mereka lakukan. "Hari ini kami melakukan uji coba survei lapangan terkait dengan manajemen rekayasa lalu lintas. Jadi yang sebelumnya akses masuk ke bandara, dari luar ke bandara itu contraflow ya, berada di sebelah kanan, kita ubah menjadi di sebelah kiri masuk ke bandara," kata Dimas di Bandara Husein Sastranegara pada Selasa, 07 Juli 2026.
"Kemudian keluar bandara di sebelah kiri sehingga sesuai dengan normalnya arus lalu lintas di Indonesia," tambahnya.
Dari uji coba ini, tim gabungan nantinya akan menyepakati satu sistem manajemen lalu lintas yang paling direkomendasikan. Sistem ini harus benar-benar diterapkan supaya tidak menimbulkan kemacetan di sekitar bandara.
"Ada beberapa titik yang menjadi perhatian kita, ada crossing dan juga potensi-potensi adanya kemacetan. Nah kita upayakan untuk meminimalisir atau mengatasi kemacetan di titik-titik tersebut. Adapun beberapa yang kita sampaikan, kita usulkan untuk penempatan rambu-rambu lalu lintas petunjuk dan juga apa namanya adanya informasi buat pengunjung bandara, para penumpang, sehingga bisa lebih informatif, lebih jelas arus lalu lintasnya dan meminimalisir terjadinya kemacetan di bandara," ungkapnya.
Saat ini, kondisi bandara belum seramai dulu sebelum penerbangan dialihkan. Jumlah penumpang masih belum terlalu banyak. Karena itu, manajemen lalu lintas yang baru ini akan terus dievaluasi. Evaluasi akan dilakukan begitu jumlah penumpang mulai meningkat dan lalu lintas di sekitar bandara mulai padat.
Ada perubahan lain yang cukup penting. Baik penumpang maupun orang yang mengantar, kendaraannya harus masuk ke area parkir terlebih dahulu. Aturan ini dibuat untuk mengurangi jumlah kendaraan yang hanya melintas atau menumpuk di depan terminal.
"Selain itu juga masuk ke parkiran juga itu juga berubah, sebelumnya berada di ujung bandara, ini semua penumpang yang mau masuk ke bandara itu dibelok-kirikan semua nanti masuk ke tempat parkir. Nanti ada lajur khusus bilamana hanya untuk melintas untuk drop off penumpang itu bisa langsung keluar dan untuk drop off penumpang, tapi kalau yang parkir bisa langsung parkir di tempat parkir bandara, seperti itu," jelasnya.
Soal parkiran yang sering dikeluhkan, apakah akan dibangun gedung parkir baru? Dimas mengakui bahwa tempat parkir yang ada sekarang memang sempit.
"Betul, saat ini memang dari kapasitas parkir memang relatif kecil ya, kalau Satuan Ruang Parkir (SRP) yang ada itu sekitar 109 mobil untuk di tempat parkir. Ya harapannya itu bisa memenuhi kebutuhan layanan parkir yang ada di bandara ini. Kalaupun nanti ternyata penuh seperti yang sebelum-sebelumnya itu, ya kita mungkin nanti merencanakan kembali untuk kantong-kantong parkir apa alternatif di bandara ini," jelasnya.
Bagaimana dengan pengaturan taksi online dan ojek online? Dimas mengatakan hal itu masih belum ada keputusan pasti. "Taksi online dan ojek online juga sejauh ini belum ada informasi yang pasti, masih dalam tahap perencanaan reaktivasi terlebih dahulu. Jadi kami baru melakukan rekayasa lalu lintas, kemudian melengkapi fasilitas infrastruktur yang ada di bandara," pungkasnya.
Bandara Husein Sastranegara bersiap beroperasi kembali dengan sejumlah perubahan. Arus lalu lintas diubah agar lebih sesuai dengan kebiasaan berkendara di Indonesia, yaitu masuk dan keluar di sisi kiri. Parkir yang hanya mampu menampung 109 mobil menjadi tantangan tersendiri, dan pengaturan untuk taksi serta ojek online masih menunggu tahap perencanaan selanjutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
