Penipuan Email Microsoft Minta Bitcoin, Waspada Jakarta
Gambar atau konten salah?
Pengguna internet di Jakarta diingatkan untuk berhati-hati ketika menerima email yang tampak resmi dari Microsoft. Penipuan ini menargetkan pengguna yang sering menerima email notifikasi, termasuk kode verifikasi dan peringatan keamanan.
Beberapa pengguna media sosial baru-baru ini melaporkan menerima email penipuan yang berasal dari alamat [email protected]. Email tersebut meniru tampilan resmi Microsoft, lengkap dengan template yang biasa mereka gunakan, sehingga sulit dibedakan.
Namun, subjek email sering kali menyebut Bitcoin atau mempromosikan situs pihak ketiga. Kadang-kadang subjek juga mengandung nomor telepon atau link ke website yang tidak berhubungan dengan Microsoft. Email ini patut dicurigai karena meski alamatnya resmi, pengirim sebenarnya bukan perusahaan teknologi tersebut.
Alamat tersebut biasanya dipakai untuk mengirimkan notifikasi, seperti kode autentikasi dua faktor (2FA) atau peringatan penting lainnya terkait akun pengguna. Pengguna biasanya mengharapkan email tersebut berisi kode verifikasi atau peringatan keamanan.
Penipu menemukan cara menyisipkan skema penipuan ke dalam alamat email resmi ini. Dengan mencatut alamat, email penipuan dapat melewati filter spam dan deteksi penipuan di kotak masuk, sehingga pengguna tidak menyadari bahwa email tersebut tidak sah.
Menurut laporan perusahaan keamanan siber Abnormal yang dirilis pada 01 Januari 2026, penipu memanfaatkan sistem notifikasi email Microsoft dan mengelabui sistem tersebut untuk mengirim email phishing. Laporan tersebut menjelaskan bagaimana penipu memanfaatkan konfigurasi tenant.
"Serangan dimulai dengan pelaku kejahatan membuat akun Micrsooft 365 sekali pakai," tulis Abnormal dalam laporannya, seperti dikutip dari Mashable, Jumat (22/5/2026).
"Eksploitasi intinya terletak pada konfigurasi Tenant Branding di dalam Microsoft Entra ID. Penipu mengarah ke Tenant Properties dan memodifikasi kolom 'Nama' untuk memuat pesan peringatan keuangan palsu," sambungnya.
"Dengan nama yang dimodifikasi sesuai pesan penipu, mereka kemudian memperdayai Microsoft untuk mengirimkan email kode verifikasi ke alamat email target. Penipu melakukan ini dengan meminta Microsoft untuk menambahkan alamat email target ke akun Microsoft penipu."
Penjahat siber semakin cerdik dan kreatif. Pengguna internet diminta tetap waspada dan membaca email dengan seksama, meski pengirimnya tampak terpercaya. Pemeriksaan subjek, pengirim, dan link sangat penting untuk menghindari kebocoran data.
Penipuan ini menyoroti pentingnya memeriksa subjek dan isi email, serta memverifikasi bahwa pengirim benar-benar berasal dari Microsoft sebelum mengklik link atau memasukkan data pribadi. Pengguna juga disarankan untuk tidak mengklik link yang mencurigakan dan melaporkan email tersebut ke layanan keamanan Microsoft.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
