Penyelidikan Singapura: Ternak Pencuri Film Aang Online
Gambar atau konten salah?
Jaringan media sosial di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah bocornya film animasi yang sangat dinanti, The Legend of Aang: The Last Airbender. Film ini belum dirilis, namun klipnya beredar di berbagai platform sosial pada 12 April 2024.
Di Singapura, kepolisian berhasil menangkap seorang pria berusia 26 tahun yang diduga menjadi pelaku pencurian file tersebut. Penangkapan terjadi kurang dari satu hari setelah laporan masuk pada 16 April 2024. Polisi menemukan bukti bahwa pria itu mengakses server studio secara tidak sah dan mengunduh film lengkap.
Menurut penyelidikan awal, tersangka tidak memperoleh file tersebut karena “salah kirim email”, seperti yang pernah beredar di X. Namun, bukti menunjukkan bahwa dia menggunakan akses jarak jauh tanpa izin ke server media milik studio. Setelah mengunduh, ia mengunggah sebagian klip secara online.
Semua perangkat elektronik milik tersangka disita. Di dalamnya ditemukan salinan lengkap film produksi Nickelodeon tersebut. Polisi menegaskan bahwa pria ini mengunduh film secara ilegal sebelum membagikan potongan klipnya ke forum daring.
Pria asal Singapura ini dijerat dengan tuduhan unauthorised access to computer material. Di bawah hukum Singapura, pelanggaran ini dapat berakibat maksimal 7 tahun penjara, denda tidak lebih dari USD 50.000 (sekitar Rp 600 juta), atau kombinasi keduanya. Penegakan hukum ini diambil karena pelanggaran keamanan siber serius dan perlindungan hak kekayaan intelektual berskala internasional.
Setelah diunggah, klip tersebut langsung meledak di X, mencapai lebih dari 30 juta tayangan sebelum akhirnya dihapus. Video tersebut juga menyebar cepat ke situs lain seperti forum 4chan. Meskipun demikian, pihak kepolisian masih menelusuri apakah ada pihak lain yang terlibat dalam proses akses ilegal ke server tersebut.
Film The Legend of Aang: The Last Airbender dijadwalkan tayang eksklusif di platform streaming Paramount+ pada 01 Oktober 2026. Sebelum tanggal tersebut, kebocoran ini menambah tekanan pada pihak studio untuk memperketat keamanan server.
Kasus ini menyoroti betapa cepatnya konten yang bocor dapat menyebar di dunia maya. Selain itu, tindakan tegas Singapura menunjukkan bahwa hukum siber di negara tersebut tidak main-main ketika melindungi hak cipta internasional. Kejadian ini juga mengingatkan para kreator dan distributor film bahwa keamanan data harus menjadi prioritas utama, mengingat potensi kerugian finansial dan reputasi yang besar jika terjadi kebocoran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
