Penyerapan Beras Capai 3,5 Juta Ton, Mendekati Target

Mira T. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Penyerapan Beras Capai 3,5 Juta Ton, Mendekati Target

Gambar atau konten salah?

Realisasi penyerapan hasil panen petani dalam negeri hingga awal Agustus 2026 sudah menembus angka 3,5 juta ton setara beras. Angka ini mendekati target tahunan sebesar 4 juta ton. Capaian tersebut memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai alat untuk menjaga stok dan harga pangan tetap stabil.

Pemerintah mendukung pencapaian ini lewat aturan baru. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menerbitkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 Tahun 2026. Aturan ini menetapkan formula pembiayaan yang lebih terukur untuk penugasan Perum Bulog. Dalam beleid tersebut, margin penugasan Bulog dihitung dari total biaya pengadaan beras dalam negeri ditambah biaya kemasan, lalu dikurangi hasil penjualan produk samping.

Hasil perhitungan itu kemudian dibagi dengan jumlah pengadaan setara beras untuk mendapatkan margin per kilogram (kg). Angka per kg itu lalu dikalikan 7% sebagai dasar penetapan nominal margin. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyesuaian margin ini adalah bentuk dukungan pemerintah kepada Bulog. Tujuannya agar Bulog bisa menjalankan tugas menjaga CBP dan memperkuat swasembada pangan.

"Intinya dengan diberikan kenaikan margin fee jadi 7%, itu merupakan penghargaan dari pemerintah. Ini kan reward dari pemerintah karena Bulog mendukung keberhasilan pemerintah memperkuat swasembada pangan," ujar Rizal dalam keterangan tertulis, Kamis 06 Agustus 2026.

Penyesuaian margin ini juga diikuti dengan skema pembiayaan yang lebih efisien. Biaya operasional penugasan menjadi lebih ringan. Dengan dukungan itu, Bulog punya ruang lebih besar untuk menyerap gabah petani, menjaga kualitas stok, dan memastikan CBP tetap aman.

"Suku bunga pinjaman bank turun dari 8% menjadi 5%. Di mana dari 5% itu, 3% di antaranya dicicil Bulog, sedangkan yang 2% disubsidi oleh pemerintah. Itu kan syukur sekali, kita bersyukur sekali," ungkap Rizal.

Rizal memastikan tambahan margin itu akan dikembalikan ke masyarakat. Caranya dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan mutu beras yang disalurkan Bulog. Pemeliharaan stok, perawatan beras, dan dukungan operasional gudang akan terus diperkuat. Tujuannya agar masyarakat menerima beras CBP yang baik.

"Kami akan meningkatkan pemeliharaan dan perawatan beras-beras Bulog sehingga beras yang disalurkan kepada rakyat adalah beras yang terbaik dan berkualitas," pungkasnya.

Regulasi baru ini mengatur penghitungan margin penugasan berdasarkan biaya riil pengadaan dalam negeri, biaya kemasan, hasil penjualan produk samping, dan kuantum pengadaan setara beras. Mekanisme seperti ini sebelumnya tidak diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2025.

Nominal margin sendiri ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional berdasarkan hasil reviu dari aparat pengawasan pemerintah. Penerapan mekanisme baru ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok CBP yang aman dan berkualitas. Selain itu, aturan ini juga memperkuat stabilisasi harga beras, melindungi petani lewat pengadaan dalam negeri, dan mendukung penguatan infrastruktur logistik pangan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional aman. Menurutnya, stok yang tersedia di sektor hotel, restoran, dan katering (Horeka) ditambah CBP yang dikelola Perum Bulog sudah mencukupi kebutuhan nasional hingga sekitar 10 bulan ke depan.

"Kami laporkan pangan kita aman. Standing crop stock kita di Horeka dan standing crop tambah bulog, itu totalnya 26 juta ton, itu setara 10 bulan. Kalau 10 bulan mulai dari sekarang, Agustus, September, Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret, itu melampaui tahun depan, Maret sudah paling puncak (panen)," ujar Amran.

Secara keseluruhan, kombinasi antara penyerapan hasil panen yang tinggi, aturan pembiayaan baru, dan stok yang melimpah menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menjaga pasokan beras tetap terkendali. Dukungan berupa margin penugasan dan penurunan suku bunga pinjaman memberikan ruang bagi Bulog untuk beroperasi lebih optimal. Semua ini bermuara pada satu hal: menjaga harga beras tetap stabil dan petani tetap terlindungi.

penyerapan hasil panenmargin penugasan BulogCadangan Beras Pemerintahswasembada panganstabilisasi harga beraspengadaan beras dalam negeripembiayaan efisien

Komentar

Memuat komentar...