Perbaikan Jalan Berlubang Tol Jakarta-Merak Terus Berlanjut Jelang Lebaran
Gambar atau konten salah?
Jelang Lebaran, laporan mengenai jalan berlubang di Tol Jakarta-Merak terus berdatangan. Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Rivan Achmad Purwantono menyatakan bahwa perusahaan tidak akan tinggal diam menghadapi masalah ini.
Rivan menjelaskan bahwa perbaikan menyeluruh telah dilakukan. Namun, saat ini mereka masih melakukan penutupan sementara untuk mempercepat perbaikan di tengah musim mudik Lebaran. "Idealnya, seluruh jalan berlubang akan segera kami perbaiki secara menyeluruh. Jika nanti ditemukan hanya penutupan lubang sementara, itu bersifat sementara," ujar Rivan di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat pada 18 Maret 2026.
Menurutnya, perbaikan menyeluruh akan dilaksanakan pada waktu tertentu, biasanya dari pukul 10 malam hingga 6 pagi. "Perbaikan dilakukan dengan mempertimbangkan lalu lintas. Saat ini, waktu yang paling ideal adalah malam, dari jam 10 sampai dengan jam 6 pagi," tambah Rivan.
Rivan juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan dalam perbaikan di tol ini adalah tingginya trafik. Koordinasi yang ketat dengan berbagai pihak diperlukan untuk melakukan perbaikan yang mendalam. "Trafik dari Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak sangat padat, sehingga kami memerlukan koordinasi atau pengalihan lalu lintas jika diperlukan untuk memperkuat jalan agar semakin baik dan tahan lama," kata Rivan.
Perbaikan jalan ini menjadi perhatian penting, terutama saat musim mudik. Dengan adanya upaya perbaikan yang terus dilakukan, diharapkan kondisi jalan akan lebih baik dan aman untuk para pengendara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
