Perpanjang ke Bekasi, Tangerang: 48 Stasiun, 600k Penumpang
Gambar atau konten salah?
PT MRT Jakarta (Perseroda) baru saja mengumumkan rencana perpanjangan jalur MRT ke wilayah luar Jakarta, khususnya ke Bekasi dan Tangerang. Tujuannya agar lebih banyak warga dapat bepergian keluar masuk Jakarta menggunakan transportasi umum.
Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, MRT sebetulnya satu pihak operator yang ingin membantu pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk bisa melakukan connecting transportasi ini tidak hanya berhenti di dalam wilayah Jakarta tapi juga bisa ke luar. Kenapa? Karena kemacetan yang ada di Jakarta juga disumbang oleh wilayah penyangga. Rencana ini sudah termuat dalam rencana MRT lintas Timur-Barat.
Rencana pembangunan ini sudah masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN) berdasarkan Perpres Nomor 12 Tahun 2025. Jalur baru akan memanjang dari Balaraja di ujung barat hingga Cikarang di ujung timur. Sepanjang jalur tersebut, diperkirakan akan ada 48 stasiun dan 3 depo MRT Jakarta.
Jarak total dari Cikarang ke Balaraja diperkirakan sekitar 84 km. Perkiraan penumpang harian diproyeksikan mencapai 600.000 orang, sesuai dengan kondisi awal kajian.
Proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap. Fase 1 tahap 1 mencakup pembangunan dari Tomang hingga Medan Satria dan depo MRT di Rorotan. Fase 1 tahap 2 akan dikerjakan dari Tomang hingga Kembangan. Setelah itu, fase 2 akan meliputi pembangunan dari Balaraja hingga Kembangan, serta dari Medan Satria hingga Cikarang.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Weni Maulina mengungkapkan bahwa proyek perpanjangan rute ke Bekasi fase 1 tahap sudah masuk ke tahap lelang, khususnya untuk paket pekerjaan persiapan. Fokus sekarang adalah dari Medan Satria sampai dengan Tomang, ini ada kurang lebih 12 paket pekerjaan. Satu paket itu adalah paket kecil atau kita sebut pekerjaan persiapan, small package, ini sudah mulai lelang.
Rute Tomang-Medan Satria memiliki panjang sekitar 24,5 kilometer. Di tengah jalur ini, akan dibangun jalur khusus sepanjang 5,7 kilometer untuk menghubungkan depo MRT di kawasan Rorotan, Jakarta Utara.
Menurut Weni, sebagian jalur MRT akan dibangun di atas permukaan jalan alias elevated, dan sisanya dibangun di bawah permukaan jalan alias underground. Contohnya, jalur elevated berada di ruas Tomang ke Grogol, serta ruas dari kawasan Pakulonan hingga ke Cakung Barat dan Medan Satria. Tomang sampai Grogol ini kurang lebih 1,9 kilometer elevated. Selanjutnya, CP102, CP103, CP104 dan CP105 merupakan pekerjaan underground. CP102 dari Roxy sampai Petojo, CP103 dari Cideng sampai Thamrin, CP104 dari Thamrin sampai Kwitang, dan CP105 dari Kwitang sampai Galur. Total jalur underground mencapai 9 kilometer.
Weni menargetkan pengerjaan proyek ini dapat selesai pada akhir 2026. Proses lelang atau tender proyek MRT Jakarta lintas Timur-Barat masih didominasi investor Jepang. Proyek tahap awal masih berada di bawah skema pendanaan Japan International Cooperation Agency (JICA). InsyaAllah kita mulai di akhir tahun ini. Sekarang masih masa lelang ya, semuanya masih masa-masa lelang. Sudah kita call for tender dan pihak kontraktor, potensial kontraktor karena kita masih menggunakan JICA Loan, memang ini masih bermitra dengan Jepang.
Rencana perpanjangan jalur MRT ini menunjukkan upaya pemerintah dan operator untuk mengurangi kemacetan di Jakarta dengan memperluas jaringan transportasi publik ke wilayah sekitarnya. Dengan tambahan 48 stasiun dan jalur underground serta elevated, serta estimasi penumpang harian mencapai 600.000, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas penduduk dan mengurangi tekanan lalu lintas di kota. Pengerjaan bertahap dan dukungan pendanaan JICA menandakan kolaborasi internasional dalam memperkuat infrastruktur transportasi di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
