Pertamina dan BP Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Rp 20.000

Dian P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 108 dibaca
Bisik.id
Pertamina dan BP Naikkan Harga BBM Non-Subsidi Rp 20.000

Gambar atau konten salah?

Pada tanggal 18 April 2026, Pertamina dan BP secara bersamaan menaikkan harga bahan bakar non-subsidi. Kenaikan ini terjadi pada hari yang sama, menandai perubahan signifikan dalam kebijakan harga BBM di Indonesia.

Kenaikan harga paling terasa pada produk BBM kualitas tinggi. Di Pertamina, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mengalami kenaikan. Sementara di BP, kenaikan terjadi pada BP Ultimate Diesel.

Beberapa produk bahan bakar baru saja tembus harga Rp 20.000 per liter, menandai titik tertinggi dalam rentang harga non-subsidi.

Fahmy mengemukakan: "Kenaikkan harga BBM non subsidi kali ini cukup tinggi diperkirakan tidak akan menaikkan inflasi dan menurunkan daya beli secara signifikan. Alasannya, jumlah konsumen BBM non subsidi tidak terlalu besar dan dikategorikan sebagai kelas atas dengan daya beli kuat,"

Menurut Fahmy, pasar konsumen BBM non-subsidi terbatas. Konsumen ini mayoritas berada di kelas menengah atas, sehingga volume penjualan relatif kecil.

Ishak menyatakan: "Konsumen BBM tersebut merupakan segmen kelas menengah atas yang jumlahnya relatif kecil. Sebagian besar mereka cenderung loyal karena motivasi utama mereka adalah menjaga performa kendaraan,"

Ishak menambahkan bahwa konsumen ini tidak keberatan membayar harga lebih tinggi selama kendaraan tetap performa baik. Mereka lebih memilih kualitas daripada harga.

Robert menegaskan: "BBM nonsubsidi itu dikonsumsi masyarakat kelas atas yang tidak banyak berkontribusi terhadap inflasi,"

Robert menilai bahwa kenaikan harga non-subsidi tidak akan menambah tekanan inflasi karena konsumen kelas atas tidak mempengaruhi volume total BBM di pasar.

Sementara harga BBM subsidi, seperti Pertalite dan Solar, tetap tidak berubah. Harga Pertalite tetap Rp 10.000 per liter, dan Biosolar tetap Rp 6.800 per liter.

Harga Pertamax tetap diperdagangkan di SPBU seharga Rp 12.300 per liter, dan di Pertashop Rp 12.200 per liter. Pertamax Green 95 tetap seharga Rp 12.900 per liter.

Di wilayah Jakarta, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp 19.400 per liter, naik Rp 6.300 per liter dari Rp 13.100 per liter pada awal April 2026. Dexlite dijual Rp 23.600 per liter, naik Rp 9.400 per liter dari Rp 14.200 per liter. Pertamina Dex berada di Rp 23.900 per liter, naik Rp 9.400 per liter dari Rp 14.500 per liter.

BP Ultimate Diesel di SPBU dijual Rp 25.560 per liter, naik Rp 10.940 per liter dari Rp 14.620 per liter pada awal April 2026. Harga BP 92 tetap Rp 12.390 per liter. Namun produk BP Ultimate di SPBU belum tersedia, sehingga totem SPBU tidak menampilkan harga.

Kenaikan harga ini terbatas pada BBM non-subsidi, sehingga konsumen kelas menengah ke bawah tetap dapat mengakses BBM subsidi dengan harga tetap. Hal ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat yang lebih luas.

Perbandingan global menunjukkan harga BBM Indonesia masih berada di bawah rata-rata di kawasan Asia dan negara maju, meski kenaikan ini menambah beban bagi konsumen kelas atas.

Secara keseluruhan, kenaikan harga BBM non-subsidi pada 18 April 2026 diharapkan tidak menimbulkan gejolak ekonomi. Konsumen kelas atas memiliki daya beli kuat, sementara konsumen kelas menengah ke bawah tetap terjaga harga BBM subsidi.

PertaminaBPBBM non-subsidikenaikan hargakonsumen kelas atasPertamax Turboinflasi

Komentar

Memuat komentar...