Pertamina Fokus Meningkatkan Ketahanan Energi Nasional

Dani L. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Pertamina Fokus Meningkatkan Ketahanan Energi Nasional

Gambar atau konten salah?

Pertamina memaparkan strategi besar untuk memperkuat ketahanan energi nasional pada acara Students Meet The Global Executives yang diadakan di ICE BSD, Tangerang pada 20 hingga 22 Mei 2026. Puluhan mahasiswa dari berbagai daerah hadir, menandai momen penting bagi perusahaan minyak dan gas milik negara.

Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha Pertamina, Emma Sri Martini, membuka sesi dengan menyoroti tantangan geopolitik global. Ia menegaskan bahwa Indonesia masih berstatus net importir energi, sebuah kondisi yang menuntut perhatian serius dalam upaya memperkuat ketahanan energi. “Ini adalah pekerjaan rumah kita. Juga menjadi pekerjaan rumah Indonesia, mengenai bagaimana ketahanan energi menjadi target kita, bahkan dalam 4-5 tahun ke depan sesuai mandat Presiden,” ujar Emma, dalam keterangannya, 21 Mei 2026.

Emma menjelaskan bahwa strategi utama Pertamina ke depan difokuskan pada optimalisasi sumber daya domestik melalui peningkatan produksi dan lifting migas nasional. Upaya tersebut didukung oleh teknologi canggih, penguatan kemitraan strategis, serta dorongan skema fiskal dari pemerintah untuk menarik investasi di sektor hulu migas. “Hal yang penting adalah bagaimana menciptakan lingkungan yang kondusif untuk meningkatkan keekonomian proyek, kelayakan proyek, dan meyakinkan Pemerintah untuk menyediakan semacam skema dan insentif fiskal yang baik bagi proyek guna mempercepat produksi dan lifting,” jelasnya.

Emma menambahkan bahwa Pertamina saat ini menjalankan dua pilar utama strategi bisnis: optimalisasi bisnis eksisting berbasis energi fosil dan percepatan pengembangan bisnis rendah karbon. Meskipun fokus investasi masih banyak diarahkan pada sektor hulu migas untuk menjaga produksi nasional, perusahaan tidak mengabaikan potensi energi bersih.

Di sisi hilir, Pertamina terus melakukan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor produk olahan. Program mandatori biodiesel nasional, yang telah mencapai target B40, kini diperkirakan akan beralih ke B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi. Selain itu, perusahaan melakukan revamping kilang guna meningkatkan kapasitas produksi energi yang lebih ramah lingkungan. Pertamina juga mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis used cooking oil atau minyak jelantah melalui skema co-processing di kilang, serta merencanakan pembangunan biorefinery baru.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan kehadiran direksi dalam sesi tersebut merupakan bentuk perhatian perusahaan terhadap mahasiswa sebagai pemangku kepentingan penting. “Mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai generasi penerus dimasa depan, namun mahasiswa juga dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Dengan informasi dan pemahaman yang mereka miliki, mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi bangsa,” kata Baron.

Baron menambahkan bahwa Pertamina memiliki sejumlah program untuk mahasiswa, seperti Pertamina Goes To Campus (PGTC), Beasiswa Sobat Bumi, dan PF Muda. Setiap tahun, perusahaan juga melakukan edukasi bisnis migas melalui kunjungan kampus serta mendorong inovasi dan gerakan sosial berkelanjutan.

Dengan kondisi geopolitik saat ini, yang juga terasa pengaruhnya ke Indonesia, Pertamina mengajak mahasiswa menjadi aktor penting dalam menjaga ketahanan energi bangsa. Melalui berbagai program bagi mahasiswa, Pertamina berharap generasi muda tidak hanya memahami, namun juga melakukan aksi nyata salah satunya melalui bijak menggunakan energi,” pungkasnya.

Strategi Pertamina menekankan pentingnya memanfaatkan potensi domestik, memperkuat infrastruktur, dan mengembangkan energi bersih untuk mencapai ketahanan energi nasional. Fokus pada investasi hulu, pengembangan SAF, serta program edukasi bagi mahasiswa menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadapi tantangan energi global dan nasional.

Ketahanan Energi NasionalStrategi PertaminaMigas NasionalBiodiesel B50Sustainable Aviation FuelInvestasi Hulu MigasProgram Edukasi MahasiswaGeopolitik Energi

Komentar

Memuat komentar...