Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10% di Bandara

Eko P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Avtur 10% di Bandara

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan penyesuaian harga Avtur domestik yang akan berlaku mulai 01 Juni 2026. Penyesuaian ini dimaksudkan untuk memperkuat konektivitas udara nasional, menjaga daya saing industri penerbangan, dan memastikan keberlanjutan pasokan energi di sektor transportasi udara.

Perubahan harga didorong oleh dinamika harga energi global yang telah berubah dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan menurunkan harga Avtur di semua bandara Indonesia sekitar 10 % dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini disesuaikan dengan formula yang ditetapkan regulator, yakni Kementerian ESDM, serta mempertimbangkan faktor distribusi dan logistik di tiap terminal.

Contoh konkret, di Aviation Fuel Terminal (AFT) Soekarno‑Hatta (CGK), harga Avtur turun dari Rp 24.580 per liter menjadi Rp 22.190 per liter. Di AFT Ngurah Rai (DPS) harga berkurang dari Rp 26.190 menjadi Rp 23.480 per liter, sementara di AFT Kualanamu (KNO) harga menurun dari Rp 25.720 menjadi Rp 23.090 per liter. Besaran penurunan tiap bandara berbeda sesuai perhitungan yang berlaku.

Penyesuaian harga dilakukan secara berkala setiap bulan. Perhitungannya mengacu pada rata‑rata harga publikasi internasional dalam satu periode, dengan referensi utama Mean of Platts Singapore (MOPS) Kerosene/Jet sebagai benchmark kawasan. Hal ini memastikan harga domestik tetap selaras dengan kondisi pasar global.

Selama 01 Mei 2026, harga energi global menunjukkan tren penurunan. Perubahan ini kemudian tercermin pada harga Avtur periode 01 Juni 2026, sehingga para operator penerbangan dapat memanfaatkan harga yang lebih kompetitif.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa penyesuaian harga tersebut merupakan bagian dari mekanisme transparan yang mengikuti dinamika pasar energi global. “Penyesuaian harga Avtur ini dilakukan dengan mengacu pada formula yang ditetapkan regulator, dalam hal ini Kementerian ESDM, serta mempertimbangkan perkembangan harga energi global. Ketika harga energi global bergerak turun, maka penyesuaian tersebut akan terefleksikan pada harga Avtur sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Roberth dalam keterangan tertulis, Senin, 01 Juni 2026.

Roberth menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara aspek komersial, keberlanjutan pasokan, dan keandalan layanan kepada seluruh pengguna jasa aviasi. “Penyesuaian harga ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas penerbangan domestik, mendukung pengembangan pariwisata nasional, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan harga yang lebih kompetitif, diharapkan industri penerbangan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Untuk segmen penerbangan internasional, harga Avtur tetap mengikuti perkembangan pasar dan tingkat kompetisi di kawasan regional. Fokus utama tetap pada pemenuhan kebutuhan penerbangan domestik, sehingga pasokan energi penerbangan dapat dikelola secara prioritas.

PT Pertamina Patra Niaga melayani kebutuhan Avtur nasional melalui 72 AFT yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk bandara-bandara utama strategis maupun bandara perintis. “Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan Avtur tetap dalam kondisi aman dan andal di seluruh jaringan Aviation Fuel Terminal guna mendukung kelancaran operasional penerbangan domestik maupun internasional,” ujar Roberth.

Ke depan, perusahaan akan terus memantau perkembangan pasar energi global dan berkoordinasi dengan pemerintah. Tujuannya adalah memastikan layanan energi penerbangan yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan, sehingga konektivitas udara nasional dapat terjaga dengan baik.

Dengan penyesuaian harga ini, PT Pertamina Patra Niaga menunjukkan komitmennya untuk mendukung industri penerbangan Indonesia. Perubahan harga yang lebih rendah diharapkan dapat mendorong peningkatan volume penerbangan domestik, memperkuat sektor pariwisata, dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi daerah melalui konektivitas udara yang lebih baik.

Pertamina Patra NiagaAvturHargaKonektivitas UdaraESDMMOPS SingaporeAFTIndustri Penerbangan

Komentar

Memuat komentar...