Perundungan Siswa SMP di Lubuklinggau Dipicu Asmara

Yanto K. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Perundungan Siswa SMP di Lubuklinggau Dipicu Asmara

Gambar atau konten salah?

Seorang siswa SMP Negeri di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, menjadi korban perundungan oleh teman-temannya. Kejadian ini diduga dipicu oleh masalah asmara dan saling ejek di antara para pelajar.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah lorong yang berada di samping SD Negeri 22, tepatnya di Jalan Garuda Hitam, Kelurahan Pasar Permiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, pada Kamis, 09 Juli 2026, sekitar pukul 13.00 WIB.

Kasat Intelkam Polres Lubuklinggau, Iptu Giartono, mengungkapkan bahwa setelah pihaknya mendatangi sekolah tersebut, ditemukan empat siswa yang terlibat dalam aksi perundungan itu. Mereka adalah AK, siswa kelas VII, serta RA, MR, dan RI yang merupakan siswa kelas VIII.

Menurut Giartono, pemicu perundungan ini adalah persoalan hubungan asmara yang melibatkan AK dan RA dengan seorang siswi di sekolah yang sama. "Dari keterangan pihak sekolah, pemicu peristiwa perundungan itu diakibatkan hubungan asmara antara kedua siswa dengan salah satu siswi," ujarnya pada Jumat, 10 Juli 2026.

Namun, berdasarkan keterangan dari AK, ada masalah lain yang turut memicu kejadian tersebut. Giartono menjelaskan bahwa AK dan RA sebelumnya sempat terlibat aksi saling ejek di luar lingkungan sekolah. "Namun dari keterangan AK, permasalahan itu sempat meredam dan kembali memanas ketika dirinya diajak berkelahi usai mengumpulkan tugas sekolah," katanya.

AK mengaku awalnya menolak ajakan berkelahi tersebut. Ia berusaha menghindar dengan berlari, tetapi RA dan teman-temannya mengejarnya hingga AK terjatuh dan mengalami kekerasan fisik. "Dia mengaku kepalanya sempat diinjak saat berkelahi. Namun setelah ada warga yang datang dan merekam kejadian tersebut, perkelahian tersebut akhirnya selesai dan mereka pulang ke rumah masing-masing," ungkap Giartono.

Hingga saat ini, para siswa yang terlibat belum bisa dimediasi karena sebagian dari mereka tidak datang ke sekolah. Mereka sedang menjalani kegiatan belajar secara daring dari rumah. Giartono menyebutkan bahwa pihak sekolah berencana memanggil kedua belah pihak bersama orang tua masing-masing untuk mediasi pada Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 10.00 WIB, di ruang kantor SMP Negeri 1 Lubuklinggau. "Nantinya proses pembinaan tetap akan dilakukan," tuturnya.

Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi perundungan antar pelajar SMP Negeri di Lubuklinggau sempat viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak dua pelajar saling adu pukul hingga terguling di tanah. Puluhan pelajar lainnya hanya mengelilingi lokasi dan menyaksikan pertarungan itu tanpa berusaha melerai. Ketika perekam video mendekat, para penonton langsung berlarian meninggalkan tempat. Dua pelajar yang bertengkar kemudian dipisahkan oleh beberapa siswa lain sebelum ikut pergi.

Peristiwa ini menunjukkan bagaimana konflik pribadi di kalangan remaja bisa berujung pada kekerasan fisik. Masalah asmara dan ejekan yang tidak terselesaikan dengan baik menjadi pemicu utama. Pihak sekolah dan kepolisian kini berupaya melakukan mediasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

perundungansiswa SMPasmarasaling ejekkekerasan fisikmediasiLubuklinggau

Komentar

Memuat komentar...