Petani Bagikan 56 Ton Nektarin Gratis Akibat Sengketa

Ani R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Petani Bagikan 56 Ton Nektarin Gratis Akibat Sengketa

Gambar atau konten salah?

Seorang petani di Amerika Serikat memilih membagikan puluhan ton buahnya secara gratis. Alasannya? Konflik dengan perusahaan pengepul yang membuat hasil panennya tak bisa dijual.

Biasanya, musim panen adalah saat yang paling ditunggu petani. Setelah berbulan-bulan merawat tanaman, hasil melimpah diharapkan mendatangkan untung besar. Tapi perjalanan dari kebun ke tangan konsumen tidak selalu mulus. Masalah distribusi dan perjanjian dengan tengkulak sering muncul.

Petani bernama Cesar Mora mengalami hal itu. Dilansir dari People pada 1 Juli 2026, ia melakukan aksi tak terduga. Hasil panen kebun nektarinnya menjadi sengketa hukum setelah pemilik lahan berkonflik dengan pengepul.

Mora memilih membagikan sekitar 125.000 pon atau lebih dari 56 ton nektarin putih secara gratis kepada masyarakat. Keputusan ini diambil karena hasil panennya tidak bisa dipasarkan akibat sengketa hukum.

Selama bertahun-tahun, Mora menanam nektarin putih varietas Monalise. Buah itu dipasarkan melalui Giumarra Brothers Fruit Company. Berdasarkan perjanjian kerja sama sejak 2017, perusahaan itu berhak penuh mendapatkan pasokan panen dari Mora.

Menurut pengakuan Mora, masalah bermula ketika ia menjual hasil panennya melalui pengepak buah lain pada 2023. Langkah itu kemudian memicu gugatan dari Giumarra. Perusahaan menilai Mora melanggar kontrak eksklusif.

Di sisi lain, Mora mengajukan gugatan balik. Ia menilai perusahaan menjalankan praktik bisnis yang tidak adil dan menghambat aksesnya ke pasar. Mora mengaku sejumlah perusahaan enggan membeli hasil panennya karena khawatir menghadapi tuntutan hukum.

Kesal karena penjualannya dibatasi, Mora memilih membagikan buah tersebut secara gratis. Bahkan ketika ia akhirnya mengirim buah ke perusahaan yang bersengketa dengannya, kiriman itu disebut ditolak. Kondisi itu membuatnya tidak memiliki saluran pemasaran untuk menjual nektarin yang telah dipanen.

Melalui program bertajuk "No Nectarines Wasted", Mora mulai membuka kebunnya bagi warga yang ingin membawa pulang nektarin secara gratis. Hingga kini, sekitar 45 ton buah telah dibagikan. Total panen diperkirakan mencapai lebih dari 56 ton.

Nilai keseluruhan hasil panen itu ditaksir mencapai USD 175.000 hingga USD 200.000. Dalam rupiah, sekitar Rp 3,1 miliar hingga Rp 3,5 miliar. Setiap hari, banyak warga mengantre di kebun Mora untuk mendapat buah segar gratis.

Meski demikian, sengketa hukum antara Mora dan Giumarra masih terus bergulir di pengadilan. Kasus ini menunjukkan bagaimana konflik kontrak bisa membuat hasil panen petani berakhir sia-sia, meski nilainya mencapai miliaran rupiah.

petaninektaringratissengketa hukumkonflik kontrakdistribusipanen

Komentar

Memuat komentar...