Peternak Desak Wamentan Baru Paham Soal Pakan

Maya K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Peternak Desak Wamentan Baru Paham Soal Pakan

Gambar atau konten salah?

Para peternak di Indonesia kembali menyuarakan keluhan mereka. Biaya produksi yang tinggi menjadi beban utama. Ketua Umum Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo), Kusnan, mengungkapkan bahwa harga pakan ternak dan bibit ayam atau day old chick (DOC) masih berada di level yang memberatkan.

Masalahnya tidak berhenti di situ. Sering kali, harga jual ternak di kandang justru sangat rendah. Situasi ini membuat peternak merugi. Kusnan menilai kondisi ini sudah seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah, terutama Kementerian Pertanian.

"Sektor peternakan membutuhkan perhatian yang lebih besar. Persoalan tingginya harga pakan, mahalnya DOC, fluktuasi harga hasil ternak, hingga lemahnya posisi tawar peternak rakyat membutuhkan kebijakan yang tepat dan berbasis kondisi lapangan," kata Kusnan dalam keterangan resminya pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurut Kusnan, pembangunan peternakan ke depan tidak bisa hanya berfokus pada peningkatan jumlah produksi. Ada hal lain yang tidak kalah penting. Yaitu membangun tata kelola yang adil, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan memastikan usaha peternak rakyat bisa terus berjalan. Peternak rakyat, menurutnya, adalah tulang punggung produksi pangan nasional.

Karena itu, para peternak berharap jabatan Wakil Menteri Pertanian yang saat ini kosong bisa segera diisi. Mereka ingin sosok yang mengerti betul kondisi sektor peternakan. Bukan sekadar pejabat biasa.

Momen ini dinilai sebagai kesempatan penting bagi pemerintah. Kesempatan untuk memperkuat sektor peternakan nasional yang tengah menghadapi banyak tantangan. Kusnan menegaskan, Indonesia butuh Wakil Menteri Pertanian yang punya kemampuan manajerial. Tapi yang lebih penting, paham dinamika peternakan dari hulu ke hilir. Sosok itu juga harus dekat dengan persoalan yang dihadapi peternak rakyat sehari-hari.

Permindo berharap pemerintah memberi kesempatan kepada figur profesional. Seseorang dengan rekam jejak jelas di bidang peternakan. Paham kebijakan publik. Mampu membangun komunikasi dengan semua pihak terkait. Dan yang tak kalah penting, memiliki integritas.

"Kami berharap jabatan Wakil Menteri Pertanian dapat diisi oleh sosok profesional yang mampu menjadi jembatan antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan peternak rakyat. Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu menyatukan seluruh ekosistem peternakan untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan," ujar Kusnan.

Permindo juga menilai, jika sektor peternakan punya wakil di pimpinan Kementerian Pertanian, banyak masalah strategis bisa lebih cepat diselesaikan. Mulai dari stabilisasi harga sapronak (sarana produksi ternak), penguatan distribusi DOC, pengendalian penyakit hewan, peningkatan produktivitas, hingga pengembangan hilirisasi produk peternakan.

"Peternakan adalah salah satu pilar ketahanan pangan bangsa. Karena itu, kami berharap pemerintah menempatkan figur terbaik yang memiliki kompetensi, integritas, dan keberpihakan terhadap kemajuan peternakan nasional," tutup Kusnan.

Keluhan peternak ini mencerminkan masalah struktural yang sudah lama menggerogoti sektor peternakan rakyat. Tingginya biaya produksi di satu sisi dan lemahnya posisi tawar di sisi lain membuat mereka terjepit. Harapan pada pengisian jabatan Wakil Menteri Pertanian menunjukkan bahwa peternak tidak hanya butuh kebijakan, tapi juga pemimpin yang benar-benar memahami medan perjuangan mereka.

biaya produksipakan ternakharga DOCpeternak rakyatposisi tawarWakil Menteri Pertanianketahanan pangan

Komentar

Memuat komentar...