Gaikindo: Jangan Tunggu Insentif Mobil Listrik
Gambar atau konten salah?
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Putu Juli Ardika, buka suara soal wacana penundaan insentif mobil listrik. Menurutnya, pasar otomotif nasional saat ini sudah cukup kuat dan tidak perlu bergantung pada bantuan pemerintah itu.
Data Gaikindo menunjukkan, penjualan mobil secara wholesales—distribusi dari pabrik ke dealer—pada semester pertama tahun ini mencapai 436.564 unit. Angka itu naik 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari total tersebut, mobil listrik menyumbang 69.739 unit. Pertumbuhannya? 80,8 persen dibandingkan semester sebelumnya.
"Nah sekarang ini di tahun ini, dengan tadi melihat pertumbuhan pasarnya betul-betul bagus," kata Putu di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.
Putu menjelaskan, insentif untuk kendaraan listrik masih dalam tahap evaluasi. Ia menyarankan masyarakat dan pelaku industri tidak terlalu berharap pada kebijakan tersebut. "Kalau kita bisa sarankan, ya itu lebih bagus abaikan aja dulu. Nanti kalau nanti ada ya, kita bersyukur," ujarnya.
Ia menambahkan, insentif yang dimaksud sifatnya terbatas. Hanya menyasar segmen baterai kendaraan listrik, bukan kategori kendaraan lain secara keseluruhan. "Sekarang kita lihat harga kendaraan ini sangat bersaing keras. Dan produsen otomotif, ini bener-bener untuk harganya apalagi dalam kondisi sekarang, ini bener-bener sangat bersaing. Sehingga tanpa insentif tadi, apalagi insentif itu hanya untuk baterai Electrified Vehicle, bukan untuk kendaraan lain," kata Putu.
Persaingan harga yang ketat antarprodusen, menurut Putu, justru membuat harga mobil listrik saat ini sudah cukup terjangkau. Konsumen tidak perlu menunggu kepastian insentif untuk membeli. "Sehingga karena sudah sangat bersaing, harganya sudah sangat affordable, jangan menunggu itu, langsung saja dibeli," kata Putu. "Jadi saya jamin ya, itu tidak akan membedakan banyak hal. Karena sekarang produsen-produsen sudah memberikan banyak sekali fasilitas-fasilitas dan diskon-diskon," jelas dia.
Insentif untuk kendaraan listrik sendiri sudah dua kali ditunda. Awalnya ditargetkan berlaku pada Juni 2026, lalu mundur ke Juli 2026 karena sejumlah perhitungan teknis belum final. Memasuki Juli, pemerintah kembali menunda dan menargetkan implementasi paling cepat Agustus 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut skema tersebut masih dikaji.
Intinya, Gaikindo melihat pasar sudah bergerak positif tanpa insentif. Penjualan naik, harga kompetitif, dan produsen gencar memberikan diskon. Jadi, menunggu insentif mungkin bukan satu-satunya jalan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Suzuki Fronx Kuasai 35% Pasar SUV Kompak dalam Setahun
Biaya Pelat Cantik: Rp 5 Juta Sekali, Bukan Pajak Tahunan
Honda Minta Maaf, Vario Evo 160 Belum Merata
Truk Angkut Ekskavator Tersangkut JPO di Jakarta Selatan
Belasan Tewas di Indramayu, Pikap Angkut 17 Orang
Mitsubishi Pajero Generasi Kelima Siap Meluncur 2026
Berita Terbaru
Gaikindo: Jangan Tunggu Insentif Mobil Listrik
iOS 27 Public Beta Resmi Dirilis, Siri Makin Pintar
Semifinal Pildun 2026: Prancis Vs Spanyol
Kepala Sekolah Disorot soal Twibbon MPLS Viral
Lima Hiu Tutul Terdampar di Cilacap dalam Dua Bulan
1 Safar 1448 H: Perbedaan Tanggal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
5 Kesalahan Umum Saat Masak Paha Ayam
Geopark Merangin Terancam Tambang Liar, 5 Gunung & 7 Danau Jadi Andalan
Gary Neville: Argentina Tak Sekuat Empat Tahun Lalu
