PGN Luncurkan Program Sampah Plastik Berkelanjutan

Tika M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
PGN Luncurkan Program Sampah Plastik Berkelanjutan

Gambar atau konten salah?

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, yang lebih dikenal sebagai PGN, meluncurkan program pengelolaan sampah plastik di lingkungan perusahaan. Program ini mengubah limbah menjadi produk yang dapat digunakan kembali, sekaligus menjadi bagian dari upaya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Fokus utamanya adalah pengelolaan lingkungan, pelibatan masyarakat, dan pemanfaatan limbah lewat ekonomi sirkular.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan program ini tidak hanya soal pengelolaan sampah, tetapi juga membangun kebiasaan berkelanjutan di internal perusahaan.

“Melalui kolaborasi lintas fungsi dan penerapan prinsip ekonomi sirkular, kami ingin membangun ekosistem kerja yang lebih bertanggung jawab, meningkatkan awareness ESG di internal perusahaan, sekaligus menciptakan nilai tambah dari limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat. Program ini juga menjadi wujud nyata komitmen PGN dalam menghadirkan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan,” kata Fajriyah, ditulis Minggu (10 Mei 2026).

PGN menerapkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi. Proses dimulai dari pemilahan oleh karyawan, pengumpulan bersama Kertabumi Recycling Centre, hingga pengolahan akhir bekerja sama dengan Bank Sampah Al-Bustaniyah.

PGN juga menggandeng Kertabumi Recycling Centre untuk memperluas edukasi dan kampanye pengelolaan sampah. “Kami berharap melalui inisiatif ini kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dapat semakin meningkat, sehingga mampu mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola sampah plastik,” ujarnya.

Sementara itu, Ikbal Alexander dari Kertabumi Recycling Centre mengungkapkan persoalan sampah masih besar. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, sampah yang tidak terkelola mencapai 109 ton per hari atau sekitar 75% dari total timbulan.

Kondisi ini berdampak pada pencemaran, peningkatan emisi gas rumah kaca, hingga kerusakan ekosistem akibat penumpukan sampah plastik.

“Permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan masyarakat untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab serta mendorong penerapan ekonomi sirkular yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan,” ujar Ikbal.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan melalui edukasi, pemilahan, pengumpulan, hingga pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna merupakan langkah yang berdampak bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat. “Kami melihat program seperti ini sangat penting untuk membantu mengurangi timbulan sampah plastik sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular yang berkelanjutan melalui pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab dan bernilai guna,” tutupnya.

Inilah contoh konkret bagaimana perusahaan energi dapat berperan aktif dalam mengurangi limbah plastik. Program ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor, mulai dari karyawan hingga lembaga pemerintah, dapat menghasilkan solusi nyata bagi masalah lingkungan yang semakin mendesak.

PGNsampah plastikekonomi sirkularESGKertabumi Recycling CentreBank Sampah Al‑Bustaniyahpengelolaan limbahkolaborasi lintas sektor

Komentar

Memuat komentar...