PHK di Indonesia Januari‑April 2026: 15.425 Orang Jumlah
Gambar atau konten salah?
Jumlah pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia selama periode Januari sampai April 2026 mencapai 15.425 orang. Data ini disampaikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan menandai peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Provinsi Jawa Barat menempati posisi teratas dengan 3.339 PHK, setara 21,65 % dari total PHK di seluruh negeri. Angka ini menegaskan bahwa wilayah tersebut menjadi pusat ketidakstabilan kerja terbesar di Indonesia.
“Tenaga kerja ter‑PHK pada periode ini paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Barat yaitu sekitar 21,65 persen dari total tenaga kerja ter‑PHK yang dilaporkan,” jelas Kemnaker dikutip dari situs Satudata Kemnaker, Sabtu (09 Mei 2026).
Berikut urutan provinsi dengan jumlah PHK terbanyak:
- Jawa Barat – 3.339
- Kalimantan Selatan – 1.581
- Banten – 1.536
- Jawa Timur – 1.367
- Kalimantan Timur – 1.237
Perlu dicatat bahwa tenaga kerja yang PHK karena mengundurkan diri, pensiun, cacat total tetap, atau meninggal dunia tidak dihitung dalam data Kemnaker.
Perhitungan ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah (PP) nomor 6 tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan dan Permenaker nomor 2 tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan.
Data ini memberi gambaran tentang kondisi pasar tenaga kerja di Indonesia, menyoroti daerah-daerah yang paling terdampak dan menegaskan perlunya kebijakan dukungan bagi pekerja yang terkena PHK.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Dibuka Melemah, Anjlok 1,57 Persen ke 4.827
BRI Buka Galeri E-Channel di JPM Dukuh Atas untuk Komuter
Kemenkeu Tolak Jadi Pemegang Saham BEI
Pandu Sjahrir Lepas Saham Supra Sekuritas Sejak Juni
OJK Paksa Pengembalian Dana Rp5 Miliar Kasus Manipulasi Saham
LPS: 14 BPR Tutup Akibat Tata Kelola Buruk
