PHK Januari–Mei 2026 Turun ke 23.470, Proyeksi CORE Naik
Gambar atau konten salah?
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengunggah data terbaru tentang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada periode Januari–Mei 2026. Menurut data di situs Satudata Kemnaker, jumlah pekerja yang terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) mencapai 23.470 orang.
“Pada periode Januari s.d. Mei 2026 terdapat 23.470 orang tenaga kerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP,” kutip Kemnaker pada 04 Juni 2026.
Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari–Mei 2025, jumlah PHK mencapai 46.015 orang. Pekerja yang mengundurkan diri, pensiun, cacat total tetap, atau meninggal dunia tidak masuk hitungan ini, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 6/2025 dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2/2025.
Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memproyeksikan gelombang tambahan PHK yang dapat menargetkan antara 15,3 ribu hingga 20,3 ribu pekerja. Proyeksi ini muncul di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat bagi dunia usaha.
Beberapa faktor memicu risiko tersebut, antara lain lonjakan biaya impor bahan baku, pelemahan kurs rupiah, dan gangguan rantai distribusi global akibat konflik di Timur Tengah. Dari semua sektor, industri manufaktur diperkirakan menjadi yang paling terdampak.
Secara keseluruhan, data menunjukkan penurunan signifikan PHK tahun ini, namun proyeksi CORE menandakan potensi kenaikan lagi di masa mendatang, terutama bagi sektor manufaktur yang rentan terhadap fluktuasi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
