PIN SPMB SMA/SMK Jawa Timur Hampir Selesai, Simulasi Dibuka
Gambar atau konten salah?
Pengambilan PIN untuk calon siswa SMA/SMK Negeri di Jawa Timur hampir selesai. Satu hari lagi sebelum batas akhir, para calon siswa yang sudah menerima PIN dapat memanfaatkan layanan simulasi pendaftaran SPMB.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengumumkan bahwa layanan simulasi pendaftaran SPMB akan dibuka mulai hari ini dan besok. Melalui simulasi ini, calon murid baru (CMB) diminta memanfaatkan kesempatan latihan pendaftaran agar tidak mengalami kesulitan saat pelaksanaan SPMB resmi dimulai.
“Latihan ini kita buat sangat mirip saat pendaftaran nanti. Jadi saat calon murid baru ikut tahapan ini mereka tidak akan kesulitan saat pendaftaran riil SPMB nanti,” ujar Aries, Senin (8/6/2026).
Aries menegaskan bahwa simulasi tidak bersifat wajib, namun sangat disarankan. Calon murid baru dapat mengakses laman spmb.jatimprov.go.id dengan login menggunakan NISN, PIN, tanggal lahir, dan tanggal terbit Kartu Keluarga (KK) atau Surat Keterangan Domisili (SKD). Simulasi ini hanya dapat diikuti oleh calon murid yang telah mendapatkan PIN. Karenanya ia mengimbau para calon murid agar segera menuntaskan pengambilan PIN sehingga dapat mengikuti tahapan simulasi pendaftaran.
Sehingga hingga Senin pagi ini, calon murid yang melakukan pengajuan pengambilan PIN secara mandiri dan daring mencapai 303.299 murid. Dari jumlah tersebut, sebanyak 273.736 murid telah mendapatkan PIN atau sekitar 90,25 persen. Sementara jumlah lulusan SMP/MTs sederajat di Jawa Timur tahun ini mencapai 618.479 murid.
Aries menegaskan, PIN menjadi kunci utama dalam seluruh tahapan SPMB. Sebab tanpa PIN, calon murid tidak dapat mengikuti pendaftaran di tahap manapun. Karena itu, pihaknya meminta seluruh calon murid yang belum memperoleh PIN segera melakukan pengambilan sebelum batas akhir pada Selasa, 9 Juni 2026. “PIN menjadi kunci utama dalam seluruh tahapan SPMB. Jadi ayo adik-adik segera tuntaskan pengajuan pengambilan PIN agar bisa mengikuti tahapan simulasi pendaftaran SPMB. Ini harus dimanfaatkan,” tegas mantan Pj Wali Kota Batu tersebut.
Ia menjelaskan simulasi pendaftaran hanya berlaku untuk jalur Domisili dan Jalur Nilai Prestasi Akademik SMA maupun SMK. Dalam simulasi ini, calon murid dapat mengetahui peluang memilih sekolah sesuai rayon domisili serta memahami sistem pemeringkatan yang berlaku.
Pada jalur domisili SMA/SMK tahun ini, calon murid tidak diperbolehkan memilih jenjang SMA dan SMK secara bersamaan karena pendaftaran kedua jalur dibuka pada waktu yang sama, yakni 11-12 Juni 2026. Untuk pilihan sekolah, calon murid maksimal dapat memilih tiga SMA dalam rayon atau tiga konsentrasi keahlian pada SMK yang sama atau yang berbeda. Aries juga mengingatkan simulasi hanya bisa dilakukan satu kali sehingga calon murid diminta memahami seluruh tahapan dengan baik. Selain itu, simulasi tidak dapat diikuti calon murid dengan kondisi khusus yang menggunakan Surat Keterangan Pindah Domisili (SKPD) Mutasi, karena jalur Mutasi tersebut hanya tersedia pada tahap kedua. Sedangkan calon murid pengguna Surat Keterangan Domisili (SKD) akibat bencana alam atau pondok pesantren tetap dapat mengikuti simulasi.
Di sekolah-sekolah sudah ada helpdesk dan petugas panitia SPMB yang siap membantu memberikan pelatihan proses pendaftaran. Jadi jangan sampai ketinggalan untuk latihan ini,” tambahnya.
Sebagai informasi, tahapan pengambilan PIN mandiri SPMB SMA/SMK Negeri Jawa Timur berlangsung pada 28 Mei hingga 9 Juni 2026. Selanjutnya, pendaftaran tahap pertama jalur Domisili SMA dengan kuota 35% dan Domisili SMK dengan kuota 10% dibuka pada 11-12 Juni 2026. Tahap kedua untuk jalur Mutasi SMA/SMK, Afirmasi SMA (30%), Afirmasi SMK (15%), Mutasi Orang Tua (5%) dan Prestasi Hasil Lomba (5%) dibuka pada 17-18 Juni 2026. Sedangkan jalur Nilai Prestasi Akademik SMA dengan kuota 25% berlangsung pada 24-25 Juni 2026 dan jalur Nilai Prestasi Akademik SMK dengan kuota 65% dibuka pada 30 Juni dan 1 Juli 2026.
Dengan batas akhir pengambilan PIN pada 9 Juni 2026, calon murid di Jawa Timur harus segera menyelesaikan proses ini agar dapat mengikuti simulasi dan pendaftaran resmi. Simulasi membantu mereka memahami prosedur, memilih sekolah, dan menghindari kesulitan saat pendaftaran SPMB berlangsung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Di Malang, 21 SPPG Raih Sertifikat Laik Fungsi Sejak Juni
Lalu Lintas Terganggu Aksi Rutin di Depan Gedung Grahadi
Dua Jemaah Haji Kediri Meninggal di Arab Saudi Tengah Ibadah
Jemaah Haji Lamongan Tiba di Surabaya, Dipindahkan ke KBIHU
Gelombang Tinggi 1,25-4m Banjir Jawa Timur 08-11 Juni
Lansia Surabaya hidup di persawahan Lamongan, ODGJ salah
Berita Terbaru
Polisi Selidiki Kasus Anak 9 Tahun Tewas Anjing Pemburu
Di Malang, 21 SPPG Raih Sertifikat Laik Fungsi Sejak Juni
Persija Tunjuk Shin Tae‑yong, Pelatih Korea Baru di Jakarta
Indonesia di Tarif Impor 10% AS, Budi Tegaskan Dinamika
Puasa Daud: Satu Hari Puasa, Satu Hari Buka Setiap Bulan
Trenggono Dilantik Jadi Wakil Kepala BGN, Lulusan Akmil
Rupiah Tertekan, Dolar AS Capai ATH 18.201 08 Juni 2026
Pemerintah Siap Buka Bursa Mineral 2027, OJK Pengawas
