Piramida Giza Tahan Gempa: Penelitian Fitur Redam Getaran

Wahyu T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Piramida Giza Tahan Gempa: Penelitian Fitur Redam Getaran

Gambar atau konten salah?

Piramida Agung Giza, juga dikenal sebagai Piramida Khufu, berdiri lebih dari 4.600 tahun. Bangunan batu ini tetap kokoh meski mengalami gempa bumi yang dahsyat. Dalam penelitian terbaru, para ilmuwan menjelaskan bagaimana struktur ini mampu menahan getaran.

Sejak zaman Kerajaan Lama Mesir (2649 hingga 2150 SM), piramida hanya kehilangan sekitar 10 meter dari ketinggiannya. Hal ini terjadi meski bangunan tersebut diguncang oleh gempa kuat selama ribuan tahun, termasuk gempa magnitudo 6,8 di selatan Kairo pada 1847 dan gempa magnitudo 5,9 pada 1992 yang meruntuhkan beberapa batu di puncak.

Studi baru meneliti getaran di seluruh struktur piramida. Peneliti menemukan bahwa ada fitur arsitektur tertentu, seperti serangkaian ruangan yang disebut ruang pelepas tekanan di atas Ruang Firaun Khufu, yang berfungsi meredam pergerakan seismik menuju puncak.

“Studi ini menyoroti pengetahuan teknik praktis luar biasa dari para pembangun Mesir kuno, yang mengembangkan praktik konstruksi sangat efektif melalui eksperimen dan penyempurnaan selama berabad-abad,” kata Asem Salama, ahli geosains di National Research Institute of Astronomy and Geophysics di Kairo, kepada Live Science.

Salama dan timnya menempatkan sensor getaran di 37 lokasi di dalam dan di sekitar piramida. Mereka merekam getaran ambien saat tidak ada wisatawan di dalam bangunan. Hasilnya menunjukkan bahwa di seluruh piramida, getaran sangat seragam, berkisar antara 2,0 hingga 2,6 hertz.

Angka ini sangat berbeda dengan frekuensi permukaan tanah di sekitarnya, yang biasanya berada di kisaran 0,6 hertz. Perbedaan frekuensi ini berarti bahwa saat gempa, piramida tidak ikut terpengaruh oleh getaran yang merambat melalui tanah, yang mungkin berkontribusi pada ketahanannya.

Fitur lain yang turut mendukung stabilitas piramida meliputi alasnya yang masif, fondasi batu kapur yang kuat, dan geometri simetris. Meskipun getaran meningkat menuju puncak—sesuatu yang lazim terjadi pada bangunan lain—pola ini diputus oleh ruang pelepas tekanan yang terletak di ketinggian sekitar 61 meter di dalam piramida.

Ruangan-ruangan ini berada di atas Ruang Raja dan diyakini dibangun untuk mengurangi beban pada tempat peristirahatan terakhir sang firaun. Ternyata, ruangan tersebut juga berfungsi meredam getaran yang, jika tidak ada, akan merambat ke arah puncak struktur.

Peneliti berencana melakukan lebih banyak pengukuran di Piramida Agung dan berharap dapat menggunakan metode serupa di situs arkeologi Mesir lain. Kemungkinan besar beberapa fitur serupa turut membantu melindungi piramida lain di Giza, namun setiap struktur kemungkinan bersifat unik karena arsitek Mesir kuno mengembangkan metode dari waktu ke waktu.

Dengan data yang dihasilkan, para ilmuwan kini memiliki pemahaman lebih baik tentang bagaimana bangunan kuno dapat menahan gempa. Penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi desain, material, dan fitur struktural khusus memainkan peran penting dalam ketahanan bangunan bersejarah.

Piramida Agung Gizagempa bumiruang pelepas tekanansensor getaranfrekuensi seismikketahanan bangunanarsitektur Mesir kuno

Komentar

Memuat komentar...