PLN Dapat Tambahan Jatah Batu Bara 1,8 Juta Ton per Juli 2026
Gambar atau konten salah?
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menambah jumlah produksi batu bara dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Namun, tambahan ini tidak untuk semua pihak. Hanya PT PLN (Persero) yang akan mendapatkan jatah tambahan tersebut.
Sebelumnya, pemerintah sudah menetapkan angka produksi batu bara untuk 2026 di kisaran 600 juta ton. Angka itu sebenarnya sudah dipangkas dari rencana awal. Kini, dengan adanya revisi RKAB, produksi akan ditambah lagi—tapi khusus untuk kebutuhan pembangkit listrik milik PLN.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, belum mau menyebutkan berapa besar tambahan produksi itu. Ia hanya menegaskan bahwa tambahan tersebut memang diperuntukkan bagi PLN. "Penambahan untuk yang batu bara, hanya diperuntukkan untuk yang PLN. Itu aja," kata Tri di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat, 10 Juni 2026.
Untuk kuota produksi di luar kebutuhan PLN, tidak ada perubahan. Artinya, perusahaan tambang lain yang tidak memasok batu bara ke PLN tetap harus bekerja dengan jatah produksi yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, memberikan penjelasan lebih rinci. Ia mengatakan bahwa pada Juli 2026, PLN akan mendapat tambahan pasokan batu bara sebesar 1,8 juta ton. Jumlah itu di luar pasokan yang sudah ada sebelumnya. Kemudian, mulai Agustus hingga Desember 2026, PLN akan menerima tambahan pasokan sebanyak 3 juta ton per bulan.
Batu bara yang akan dikirimkan memiliki kalori menengah hingga tinggi, yaitu 4.500 kalori ke atas. Jenis batu bara ini dinilai cocok untuk pembangkit listrik PLN. Darmawan menyebut alokasi ini berasal dari Kementerian ESDM, khususnya dari Direktorat Jenderal Minerba.
"Ini sebesar 1,8 juta ton on top dari existing supply untuk bulan Juli dan 3 juta ton per bulan dari bulan Agustus sampai bulan Desember," ujar Darmawan dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR pada Kamis, 2 Juli 2026.
Dengan tambahan pasokan ini, kapasitas daya mampu pasok listrik PLN bertambah sebesar 5 GW. Sebelumnya, kapasitas yang tersedia adalah 35,9 GW. Kini, dengan tambahan tersebut, total kapasitas menjadi lebih besar. Darmawan mengatakan, hal ini akan membuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal.
"Sehingga di sini ada penambahan kapasitas daya mampu pasok sebesar 5 GW di atas 35,9 GW. Yang tentu saja ini membuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal lagi," sambungnya.
Keputusan ini diambil di tengah kekhawatiran akan pasokan listrik yang stabil, terutama di Pulau Jawa yang menjadi pusat industri dan permukiman padat penduduk. Dengan tambahan batu bara ini, PLN berharap bisa menjaga pasokan listrik tanpa gangguan sepanjang tahun 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pemerintah Buka Tambahan Kuota Nikel untuk Smelter
Nindya Karya Garap Dua dari Lima Bendungan Nasional
KITB Genjot Investasi Global di Pameran INNOPROM Rusia
Prabowo: Ada Oknum Menyusup di Program MBG
Prabowo: MBG Dilanjutkan, Maling Diburu Lewat TikTok
Prabowo: Puluhan Tahun Rugi, BUMN Kini Mulai Untung
Berita Terbaru
PLN Dapat Tambahan Jatah Batu Bara 1,8 Juta Ton per Juli 2026
10 Game Seru Ice Breaking untuk MPLS 2026
Prabowo Peringatkan Aparat: Pangkat dan Fasilitas dari Uang Rakyat
Api Hutan di Ponorogo Hanguskan 3 Hektare, Warga Buat Jalur Pemutus
Thailand Peringkat Kedua Wisata Medis 2026
Timnas Putri Indonesia Kalahkan Timor Leste 2-0 di Piala AFF 2026
402 Rumah Sakit Angker Korea Tayang 9 Juli 2026
Dua Satpol PP Disanksi Usai Pesta Miras dengan Pencuri
Demam dan Batuk Hantui Norwegia Jelang Lawan Inggris
Gavi Mimpi Bungkam Messi di Final Piala Dunia 2026