PM Malaysia dan Vietnam Tegaskan Kerja Sama Digital
Gambar atau konten salah?
07-08 Mei 2026, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam Le Minh Hung di Cebu, Filipina. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara mengumumkan kesepakatan memperluas kerja sama di bidang ekonomi digital, kecerdasan buatan, dan sains, teknologi, teknik, serta matematika (STEM).
Selain itu, mereka setuju memperkuat kerja sama dalam ketahanan pangan, energi terbarukan, dan tata kelola keuangan yang lebih berkelanjutan dan progresif. Anwar menegaskan bahwa Malaysia menyambut penandatanganan berbagai inisiatif strategis, termasuk nota kesepahaman (MoU) di bidang ekonomi digital, serta implementasi proyek energi lintas batas yang dapat mendukung pertumbuhan kawasan.
“Malaysia juga menyambut penandatanganan berbagai inisiatif strategis, termasuk nota kesepahaman (MoU) di bidang ekonomi digital, serta implementasi proyek energi lintas batas yang dapat mendukung pertumbuhan kawasan,” ujar Anwar dalam unggahan Facebook pada 09 Mei 2026.
Ia juga menyatakan bahwa Malaysia dan Vietnam akan terus memperkuat hubungan persahabatan yang kini didorong oleh kemitraan strategis komprehensif.
“ASEAN harus terus bergerak maju sebagai platform kerja sama yang dibangun atas dasar kepercayaan, keberlanjutan, dan kemajuan bersama.”
“Di tengah dunia yang semakin menantang, kekuatan kawasan ini bergantung pada kemauan kita memperkuat jaringan ekonomi, pendidikan, teknologi, dan kesejahteraan kolektif,” tambah Anwar.
Dengan memimpin delegasi Malaysia di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 dan pertemuan terkait di Cebu, Anwar menegaskan komitmen negara terhadap kolaborasi regional.
Kesepakatan ini menandai langkah konkret dalam mempererat hubungan ekonomi dan teknologi antara Malaysia dan Vietnam, sekaligus memperkuat posisi ASEAN sebagai platform kerja sama yang berfokus pada kepercayaan, keberlanjutan, dan kemajuan bersama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
