PMTB Indonesia 5,96% Triwulan I‑2026, Menunjang Perekonomian
Gambar atau konten salah?
Indonesia melaporkan tren positif pada kinerja investasi di awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh solid sebesar 5,96% (yoy) pada triwulan I‑2026, menandai peningkatan aktivitas pembangunan dan investasi.
Menurut Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, pertumbuhan investasi menjadi salah satu faktor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I‑2026. Ia menegaskan bahwa PMTB didorong oleh proyek-proyek prioritas nasional serta kontribusi investasi swasta dan pemerintah.
“PMTB tumbuh positif didorong oleh pembangunan program prioritas nasional serta investasi swasta dan pemerintah. Kontribusi PMTB terhadap pertumbuhan ekonomi triwulan I‑2026 mencapai 1,79% persen, tertinggi kedua setelah konsumsi rumah tangga,” ujar Amalia dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (05 Mei 2026).
Amalia merinci pertumbuhan PMTB terutama ditopang oleh beberapa subkomponen utama. Subkomponen kendaraan mencatat pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 12,39%, mencerminkan meningkatnya aktivitas distribusi dan mobilitas ekonomi. Sementara itu, subkomponen mesin dan perlengkapan tumbuh sebesar 10,78%. Kinerja ini didorong oleh peningkatan impor barang modal berupa mesin, serta belanja pemerintah untuk pengadaan peralatan dan mesin guna mendukung berbagai proyek pembangunan.
Realisasi investasi yang dicatat oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) juga menunjukkan peningkatan sebesar 7,22% (rea/hns). Hal ini menegaskan bahwa kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi domestik tetap terjaga, meski dinamika global terus berubah.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa investasi tetap menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Keberhasilan PMTB dan realisasi investasi menandakan bahwa program prioritas nasional serta dukungan pemerintah berhasil memacu aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
