PNM Latih 50 Disabilitas Ecoprint di Bekasi
Gambar atau konten salah?
Pemerintah terus mendorong ekonomi yang lebih inklusif. Tapi kenyataannya, penyandang disabilitas masih berjuang keras mendapatkan pekerjaan yang setara. Banyak dari mereka punya kemampuan dan semangat tinggi. Namun akses ke pelatihan dan peluang usaha masih sangat terbatas.
Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk turun tangan. Salah satunya PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PNM Peduli, mereka mengadakan pelatihan ecoprint untuk 50 penyandang disabilitas di Kabupaten Bekasi.
Pelatihan ini bukan sekadar belajar membuat motif di kain menggunakan dedaunan dan bunga. Lebih dari itu, tujuannya membuka peluang ekonomi baru. Produk kreatif yang dihasilkan punya nilai jual. Apalagi tren fesyen berkelanjutan di Indonesia sedang naik daun.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menjelaskan bahwa pemberdayaan akan lebih berdampak jika masyarakat dibekali keterampilan yang langsung bisa dipakai untuk usaha. "Kami ingin pelatihan ini menjadi titik awal lahirnya karya-karya yang tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Ketika peserta memiliki keterampilan dan kepercayaan diri, mereka akan lebih siap membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan," kata Kindaris dalam keterangannya pada Rabu, 29 Juli 2026.
Kindaris menambahkan, pelatihan ecoprint juga jadi cara membangun rasa percaya diri peserta. Sebab, tantangan penyandang disabilitas bukan cuma soal akses pekerjaan. Tapi juga minimnya ruang untuk menunjukkan potensi mereka.
Komitmen ini sejalan dengan upaya PNM menghadirkan pemberdayaan yang menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat. Termasuk penyandang disabilitas. Berbagai pelatihan keterampilan terus dikembangkan. Tujuannya meningkatkan kualitas hidup dan memperkuat kemandirian ekonomi.
Di tengah ekonomi kreatif yang makin membutuhkan produk bernilai tambah dan ramah lingkungan, keterampilan ecoprint membuka peluang baru. Penyandang disabilitas bisa ikut ambil peran. Dari selembar kain dengan motif alami, lahir harapan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya.
Lewat semangat Disabilitas Berdaya, PNM berharap pelatihan ini jadi langkah awal lahirnya pengusaha baru. Mereka yang mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga. Sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.
Acara ini dihadiri Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, anggota DPRD Kabupaten Bekasi, dan sejumlah perangkat daerah lainnya. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas butuh dukungan bersama. Agar semakin banyak masyarakat mendapat kesempatan mandiri secara ekonomi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
