PNM Salurkan Rp32,3 Triliun ke 5,5 Juta Nasabah

Bayu K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
PNM Salurkan Rp32,3 Triliun ke 5,5 Juta Nasabah

Gambar atau konten salah?

PT Permodalan Nasional Madani (Persero), atau yang lebih dikenal sebagai PNM, berhasil menjaga laju pertumbuhan bisnisnya selama paruh pertama tahun 2026. Perusahaan ini tetap berpegang pada model pembiayaan yang tidak hanya memberikan pinjaman, tetapi juga dibarengi dengan program pemberdayaan bagi para nasabahnya.

Hingga akhir Juni 2026, PNM telah menyalurkan dana pinjaman sebesar Rp 32,3 triliun. Jumlah ini diterima oleh 5.576.031 nasabah. Selain itu, perusahaan juga mencatatkan total kelolaan nasabah aktif sebanyak 12,4 juta orang yang tergabung dalam program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Untuk mendukung operasionalnya, PNM memiliki 4.035 unit layanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka juga didukung oleh 62.028 pendamping, yang sebagian besar adalah perempuan, serta 881.118 kelompok nasabah. Angka-angka ini menunjukkan skala besar jangkauan perusahaan di sektor ultra mikro.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menekankan bahwa ukuran keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari besarnya dana yang dipinjamkan. Menurutnya, yang lebih penting adalah kemampuan nasabah untuk mandiri dan berkembang.

"Pembiayaan akan memberi nilai yang lebih besar ketika diikuti dengan pendampingan. Tujuan akhirnya bukan sekadar usaha bertahan, tetapi agar setiap nasabah memiliki kemampuan untuk terus berkembang," kata Kindaris dalam pernyataan resminya pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Sepanjang Semester I 2026, PNM menyelenggarakan 26.776 program pelatihan. Program-program ini diikuti oleh total 723.883 peserta. Pelatihan yang diberikan beragam, mulai dari pelatihan reguler Mekaar, pelatihan klaster usaha, PKU Akbar, community meeting, hingga pameran produk. Semua aktivitas ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas bisnis nasabah, bukan sekadar memberi akses modal.

Hasil dari program pemberdayaan ini mulai terlihat. Sejak tahun 2022 hingga Juni 2026, sebanyak 2.961.104 nasabah berhasil naik kelas dan memiliki pendapatan tambahan. Dari jumlah tersebut, 4.901 nasabah bahkan sudah bertransaksi sebagai agen BRILink Mekaar.

PNM juga mengembangkan platform pembelajaran digital. Platform ini telah mencatat 5 juta kali akses dengan total 36 juta peserta. Angka ini menunjukkan bahwa adopsi pembelajaran digital di kalangan pengusaha ultra mikro terus meningkat.

Model bisnis PNM berbeda dengan lembaga pembiayaan konvensional. Perusahaan membangun bisnisnya di atas dua pilar utama: pembiayaan dan pemberdayaan. Keduanya berjalan beriringan. Melalui program Mekaar, PNM menyediakan akses permodalan tanpa agunan. Namun, perusahaan juga mengembangkan kapasitas usaha nasabah melalui berbagai pelatihan, pendampingan, penguatan karakter kewirausahaan, literasi keuangan, hingga literasi digital.

Pendekatan ini menjadi strategi PNM untuk menciptakan keberlanjutan usaha. Tujuannya adalah meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga nasabah. Mayoritas nasabah PNM bergerak di sektor perdagangan, pertanian, industri rumahan, dan jasa. Dengan demikian, PNM memegang peran strategis dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat akar rumput.

Memasuki Semester II 2026, PNM diperkirakan akan terus memperluas jangkauan pembiayaan. Perusahaan juga akan memperkuat kualitas pemberdayaan sebagai bagian dari agenda mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Model pembiayaan plus pemberdayaan yang dijalankan PNM menunjukkan bahwa akses modal saja tidak cukup. Nasabah perlu dibekali keterampilan dan pengetahuan agar usaha mereka bisa bertahan dan tumbuh. Data menunjukkan bahwa jutaan nasabah telah berhasil naik kelas, yang menjadi indikator bahwa pendekatan ini mulai membuahkan hasil.

PNMpembiayaanpemberdayaannasabahMekaarpelatihanultra mikro

Komentar

Memuat komentar...