Porsche PHK 20% Karyawan Hingga 2035

Lia N. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Porsche PHK 20% Karyawan Hingga 2035

Gambar atau konten salah?

Porsche, perusahaan mobil mewah asal Jerman, berencana mengurangi jumlah karyawannya secara bertahap hingga tahun 2035. Sekitar satu per lima atau 20 persen dari total tenaga kerja akan terkena dampak langkah ini. Pengurangan dilakukan lewat skema pensiun sukarela dan pemutusan hubungan kerja.

Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran. Penyebab utamanya adalah permintaan yang anjlok di pasar China. Pasar tersebut kini didominasi kendaraan listrik. Porsche juga disebut lambat dalam transisi menyediakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Kesepakatan antara perusahaan dan perwakilan serikat pekerja diumumkan pada Senin, 27 Juli 2026. Porsche menyatakan sebanyak 5.000 pekerja akan pensiun secara alami atau mengikuti program pengunduran diri sukarela. Dengan begitu, perusahaan tidak perlu melakukan PHK secara paksa.

Namun pemangkasan kali ini melengkapi program efisiensi sebelumnya. Sejak Februari 2025, sebanyak 3.900 karyawan sudah terkena langkah efisiensi. Ada juga rencana pemangkasan untuk 500 posisi lain seiring penutupan sejumlah anak usaha.

Secara total, Porsche memangkas sekitar 9.000 karyawan. Jumlah keseluruhan karyawan perusahaan pada akhir tahun 2024 adalah sekitar 42.600 orang. Restrukturisasi besar-besaran ini dilakukan setelah penjualan di China yang dulu sangat menguntungkan berakhir anjlok. Penyebabnya, kalah saing dengan kendaraan listrik.

"Pemangkasan pekerjaan tersebut kurang lebih sesuai dengan penurunan volume penjualan," kata Daniel Schwarz, analis otomotif di bank investasi Metzler. "Hal ini tidak dapat dihindari untuk mengurangi biaya, karena pertumbuhan yang kuat di China tidak diharapkan," ujarnya.

Porsche bukan satu-satunya produsen mobil Jerman yang melakukan efisiensi. Mercedes-Benz dan BMW juga tengah memangkas biaya operasional. Persaingan dengan produsen mobil asal China semakin ketat. Tarif impor yang tinggi di sejumlah pasar juga menjadi tekanan.

Meski memangkas ribuan pekerjaan, Porsche tetap berkomitmen mempertahankan operasional pabriknya hingga akhir 2035. Perusahaan juga akan menggelontorkan investasi sebesar 2,1 miliar euro untuk pabrik utama di Stuttgart-Zuffenhausen dan pusat riset serta pengembangan di Weissach.

Porsche menghadapi tekanan besar dari pasar China yang berubah cepat. Dominasi kendaraan listrik membuat produsen mobil Eropa harus menyesuaikan diri. Pemangkasan karyawan menjadi salah satu cara untuk menekan biaya di tengah ketidakpastian pertumbuhan di masa depan.

Porschepemangkasan karyawanChinarestrukturisasikendaraan listrikefisiensipensiun sukarela

Komentar

Memuat komentar...