Potensi Surfing Talaud: Fasilitas Minim, Peselancar Bawa Sendiri
Gambar atau konten salah?
Kepulauan Talaud terletak di selatan Filipina, berbatasan langsung dengan perairan Davao del Sur. Destinasi ini terkenal karena pantainya yang indah dan eksotis, menarik banyak traveler setiap tahun.
Musim off‑season, yang biasanya berlangsung dari November hingga Maret, membawa gelombang Pasifik dari utara. Gelombang ini dikenal dengan nama NW‑NE (North West – North East).
Gelombang di wilayah ini sangat dipengaruhi cuaca dan angin Samudra Pasifik. Tinggi gelombang berkisar antara 2,5 meter hingga 4 meter, membuatnya cocok bagi peselancar profesional dan berpengalaman.
Meskipun potensi ini ada, belum ada upaya pengembangan destinasi surfing. Fasilitas pendukung dan promosi masih minim, sehingga para peselancar belum menikmati potensi penuh.
Hanya sesekali terlihat, terutama saat libur sekolah, anak-anak lokal bermain di tepi Pantai Alude, Pulau Salibabu. Beberapa di antaranya bahkan berani berenang dan berselancar di laut, meski tidak memiliki papan selancar yang sesuai. Mereka menggunakan papan kayu sederhana.
Tidak ada layanan surfing di sana. Traveler harus membawa papan selancar sendiri jika ingin mencoba.
Pantai Alude, yang berhadapan langsung dengan ibukota Melonguane, hanya berjarak 2,5 kilometer menyeberangi laut. Pantai BBC atau Beo beach di wilayah Beo menjadi tempat bersantai populer, dengan akses mudah dari Melonguane. Pantai sepanjang Pulau Karakelang dan Pulau Kabaruan juga memiliki potensi surfing.
Hari Suroto, penulis yang bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara, menyoroti fakta-fakta ini. Meskipun belum banyak dikembangkan, potensi surfing di Kepulauan Talaud tetap menarik bagi pencari petualangan laut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
10 Tempat Wisata di Tangerang, Akses KRL Mudah
5 Gunung Alternatif untuk Hindari Keramaian Bromo
10 Destinasi Wisata di Jakarta yang Mudah Dijangkau Naik KRL
Gua Donan Pangandaran Sepi, Tiket Gratis pun Tak Laku
7 Destinasi Dingin Jawa Tengah Selain Dieng
Pantai Lakban: Wisata dan Sejarah Tambang Belanda
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
