Prabowo Bertemu Macron: Fokus Pengadaan Alutsista CAESAR
Gambar atau konten salah?
Prabowo Subianto bertemu dengan Emmanuel Macron di Istana Élysée pada 14 April 2026 untuk membahas lanjutan kerja sama strategis antara Indonesia dan Prancis. Topik utama mencakup sektor pertahanan, energi, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan ekonomi kreatif.
Prabowo mengungkapkan bahwa pembicaraan mencakup berbagai bidang. Ia menuliskan di akun resmi: Termasuk pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi hingga pendidikan dan ekonomi kreatif.
Kerja sama pertahanan menjadi fokus utama. Tiga pilar modernisasi alutsista antara Indonesia dan Prancis—laut, udara, dan darat—dijelaskan, namun sektor darat belum memasuki tahap kontrak. Sistem artileri CAESAR diposisikan sebagai kandidat utama. Indonesia telah menyampaikan minat untuk menambah pembelian unit CAESAR.
Indonesia saat ini menjadi operator terbesar CAESAR di Asia Tenggara dengan 56 unit. Menambah unit dianggap lebih efisien bila disertai produksi dalam negeri. Proyek ini dapat membuka peluang produksi amunisi kaliber besar yang selama ini masih bergantung pada impor.
Prancis mempersiapkan aspek teknis. Pada Februari 2026, Armament Attaché DGA mengunjungi fasilitas PT Pindad di Bandung untuk memeriksa kesiapan produksi, termasuk amunisi kaliber besar dan kendaraan pendukung.
Qutsson menyatakan, Dalam perspektif yang lebih luas dan jangka panjang, Prancis mendukung Indonesia menjadi pusat industri pertahanan regional di Asia Tenggara.
Langkah ini merupakan lanjutan dari MoU antara PT Pindad dan KNDS pada Indo Defence 2025. Kerja sama mencakup perakitan sistem artileri hingga produksi amunisi di dalam negeri.
Gerard, Chief Representative KNDS Indonesia, menegaskan, Komitmen kami adalah untuk melakukan transfer perakitan, manufaktur, dan teknologi terhadap Indonesia dalam rangka memberikan kontribusi pada roadmap pemerintah Indonesia untuk kemandirian industri pertahanan nasional.
Dengan 56 unit CAESAR, Indonesia sudah memiliki pengalaman operasional yang kuat. Penambahan unit lebih efisien bila disertai produksi lokal. Jika proyek ini berjalan, industri pertahanan dalam negeri dapat memproduksi amunisi kaliber besar, mengurangi ketergantungan impor.
Perbincangan lanjutan dijadwalkan dalam waktu dekat. Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa Prabowo akan kembali ke Prancis untuk membahas tindak lanjut kerja sama. Ia menambahkan, Dan seperti kita ketahui bersama bahwa hubungan pribadi antar kedua Presiden merupakan sesuatu yang sangat dekat, yang akan merupakan sebuah modal besar dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis.
Kerja sama ini menandai langkah penting bagi Indonesia dalam memperkuat industri pertahanan nasional dan memperdalam hubungan strategis dengan Prancis, membuka peluang bagi produksi lokal dan transfer teknologi yang mendukung kemandirian pertahanan negara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
