Prabowo Dorong 30 Proyek Waste‑to‑Energy, 61 Kota Indonesia

Lina F. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Prabowo Dorong 30 Proyek Waste‑to‑Energy, 61 Kota Indonesia

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik harus dipercepat. Dalam pernyataan tersebut, ia meminta semua pihak terkait untuk menindaklanjuti rencana waste‑to‑energy yang telah dirancang.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjawab di konferensi pers yang dilaksanakan di kantor pusatnya di Jakarta Pusat pada 31 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa sudah ada setidaknya 30 lokasi yang akan mengolah sampah menjadi listrik, dan lokasi-lokasi tersebut mencakup 61 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Menurut Zulhas, total sampah yang akan ditangani mencapai 14,4 juta ton per tahun, setara dengan 22,5 % dari total sampah yang dihasilkan. “Hari ini, 30 lokasi yang mencakup setidaknya 61 kabupaten/kota. Dulu memang ada, kita mengajukan untuk Bapak Presiden 34, tapi ada beberapa yang digabung. Sehingga totalnya mencakup 61 kabupaten/kota,” ujar Zulhas.

Dari 30 lokasi tersebut, empat sudah melewati proses tender dan siap dibangun. Keempat proyek tersebut berada di Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta. “Keempat lokasi tersebut, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, Yogyakarta,” tambahnya.

Proyek di Bandung Raya Legok Nangka masih dalam proses perumusan payung hukum. Zulhas menjelaskan bahwa peraturan presiden (Perpres) yang akan mengatur proyek tersebut akan diterbitkan dalam satu atau dua hari ke depan. “Lalu, untuk lokasi proyek Bandung Raya Legok Nangka, Zulhas menyebut masih dalam proses payung hukum melalui Peraturan Presiden (Perpres) yang akan terbit 1-2 hari ke depan.”

Selain itu, masih ada beberapa lokasi yang akan dipindahkan ke Perpres 109 tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Lokasi-lokasi tersebut berada di Kota Palembang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Makassar.

Zulhas juga menyebut enam lokasi PSEL yang siap dilelang oleh Danantara. Keenam lokasi itu meliputi Lampung Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, Serang Raya, Kabupaten Bekasi, dan Medan Raya. “Dan sudah diverifikasi oleh Danantara akan segera dilelang. Jadi sudah nggak ada rapat lagi ini,” tambah Zulhas.

Di wilayah DKI Jakarta, PSEL akan dibangun di Bantar Gebang dan Tanjungan Kamal Muara. Zulhas mengungkapkan bahwa ia telah menghubungi gubernur Jakarta untuk menyerahkan berkas lahan. “Tadi Gubernur (DKI Jakarta) saya telepon langsung untuk minta waktu 1 hari akan menyerahkan berkas-berkas soal lahan. Jadi DKI Bantar Gebang, surat sudah, tapi lahannya belum. Nah, saya sudah kontak, besok Gubernur DKI akan menyerahkan bukti-bukti lahan atau tanah yang akan tempat dibangunnya waste to energy itu,” tambah Zulhas.

Selain itu, proyek di lokasi Malang Raya, Padang Raya, Pekanbaru, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Bogor Raya, Depok, Samarinda, Balikpapan, Banjarmasin, Jambi, Pontianak, Manado, dan Kota Bandung juga sudah siap. “Jadi, dulu kan kami targetnya 34 (lokasi). Ini 61 kabupaten/kota, walaupun jumlahnya 30 (lokasi). Karena ada beberapa aglomerasi atau gabungan,” imbuh Zulhas.

Dengan rencana ini, pemerintah berharap dapat mengurangi volume sampah yang menumpuk sekaligus menghasilkan energi listrik bersih. Proyek waste‑to‑energy diharapkan dapat memanfaatkan sampah kota secara lebih efisien, sekaligus menambah pasokan listrik bagi daerah yang masih kekurangan.

Proyek waste-to-energyPrabowo SubiantoZulkifli HasanPerpres 109PSELDenpasar RayaBantar Gebang

Komentar

Memuat komentar...