Prabowo Hadiri KTT ASEAN Cebu, Energi & Kerjasama Nikel

Surya B. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Prabowo Hadiri KTT ASEAN Cebu, Energi & Kerjasama Nikel

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Ia lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 09.10 WIB. Topik utama yang akan dibahas adalah ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik global. Selain itu, ia dijadwalkan membicarakan penguatan kerja sama antarnegara ASEAN menghadapi perubahan global yang sedang berlangsung.

"Sejumlah isu yang akan dibahas mencakup perkembangan global yang berdampak pada kawasan, termasuk upaya menjaga ketahanan energi serta memperkuat koordinasi dalam merespons dinamika geopolitik," tulis keterangan resmi Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Kamis (07 Mei 2026).

Setibanya di Cebu, Prabowo akan menghadiri agenda BIMP-EAGA, singkatan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area. Forum ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi subkawasan ASEAN.

Pertemuan para pemimpin ASEAN diharapkan memperkuat soliditas kawasan dalam menjaga stabilitas, pertumbuhan ekonomi, serta kerja sama strategis di berbagai sektor.

Prabowo dibantu dalam penerbangan menuju Filipina oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Rencana Kerja Sama Nikel Indonesia berpotensi menjajaki kerja sama hilirisasi nikel dengan Filipina. Kabar kerja sama ini muncul jelang kunjungan kenegaraan Prabowo.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat membuka suara soal potensi kerja sama tersebut. Dia bilang kemungkinan kerja sama itu akan berbentuk business to business (B-to-B) antara pengusaha. Sejauh ini tidak ada rencana kerja sama antar pemerintah atau government to government (G-to-G) untuk persoalan hilirisasi nikel.

"Dalam konteks kerjasama G to G itu tidak ada, tetapi kalau memang ada B to B yang saling membutuhkan dan saling menguntungkan, saya pikir opsi itu selalu ada aja ya," beber Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (05 Mei 2026).

Bahlil menyatakan Indonesia, baik dari sisi pemerintah maupun korporasi, siap membuka kerja sama apapun di sektor hilirisasi dan industrialisasi. Bila pihak Filipina siap bekerja sama, pintu akan terbuka lebar.

"Jadi, gini, negara kita sekarang kan masuk dalam negara yang menganut mazhab hilirisasi dan industrialisasi. Nah, salah satu negara yang mempunyai cadangan nikel itu Filipina, tapi dia kan jumlahnya nggak banyak sebenarnya," tegas Bahlil.

Dengan kunjungan ini, Indonesia menegaskan komitmen pada ketahanan energi dan pengembangan hilirisasi nikel di dalam kerangka kerja sama ASEAN, sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi regional.

Prabowo SubiantoASEANketahanan energinikelBIMP-EAGAkerja samaFilipinaIndonesia

Komentar

Memuat komentar...