Prabowo Heran Swasembada Pangan Diragukan, Stok Beras Melimpah

Lia N. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Prabowo Heran Swasembada Pangan Diragukan, Stok Beras Melimpah

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia saat ini telah mencapai swasembada pangan. Namun, ia mengaku heran karena masih ada pihak yang meragukan pencapaian tersebut. Menurut Prabowo, swasembada pangan terlihat dari melimpahnya stok beras, yang merupakan bahan pokok utama masyarakat Indonesia.

Berdasarkan perkiraan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional dari Januari hingga Juli 2026 diperkirakan mencapai 21,95 juta ton. Angka ini menjadi salah satu indikator utama yang mendukung klaim tersebut.

"Alhamdulillah kita sudah capai dalam waktu yang singkat ketahanan pangan, swasembada pangan. Di luar dugaan banyak orang, banyak yang tidak percaya sampai sekarang sama kita, tapi alhamdulillah ini adalah hasil real," ujar Prabowo dalam acara pertemuan dengan Kadin Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Prabowo menekankan bahwa swasembada pangan bukanlah prestasi yang mudah diraih. Ia mengingatkan bahwa Indonesia baru kembali mencapai kondisi ini setelah puluhan tahun. "Dan ini prestasi bukan prestasi yang gampang, bukan prestasi yang gampang. Ternyata swasembada pangan baru kita alami hanya beberapa tahun sekian puluh tahun yang lalu. Sekarang kita mencapai itu," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo menjelaskan bahwa pembangunan bangsa harus dimulai dengan memperkuat pondasi ekonomi, terutama di sektor ketahanan pangan. Menurutnya, persoalan pangan selalu menjadi isu paling mendasar karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat.

"Pembangunan bangsa adalah usaha besar di mana untuk awalnya memang, bukan awalnya, dasar sebetulnya. Itu adalah masalah yang paling krusial adalah masalah perut. Paling dasar. Anda sudah tahu kalau saya bicara sudah berapa puluh tahun pasti saya bicara masalah pangan, masalah perut," kata Prabowo.

Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan mengenai efektivitas kebijakan pangan nasional. Meski data BPS menunjukkan produksi beras yang tinggi, masih ada skeptisisme dari berbagai pihak terhadap klaim swasembada pangan. Prabowo sendiri mengakui bahwa pencapaian ini membutuhkan waktu dan kerja keras, serta menegaskan bahwa hasilnya nyata dan dapat diukur. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai langkah-langkah spesifik yang telah diambil untuk mencapai kondisi tersebut.

swasembada panganPrabowo Subiantoberasproduksi berasketahanan panganBadan Pusat Statistikpembangunan bangsa

Komentar

Memuat komentar...