Prabowo: Perizinan Gas Rumah Sakit Menghambat Pasokan
Gambar atau konten salah?
Prabowo Subianto berbicara di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada 13 Mei 2026. Ia menyoroti regulasi perizinan yang bermasalah, khususnya aturan impor yang dianggap tidak masuk akal.
Ia mengungkapkan bahwa gas untuk rumah sakit mengalami hambatan impor yang membuat pasokan menjadi tipis. “Perizinan kadang-kadang ada yang nggak masuk akal ya kan. Saya monitor masalah impor kalau tidak salah gas ya untuk rumah sakit. Dipersoalkan ini itu itu akhirnya suplai gas kita sangat tipis untuk rumah sakit hanya soal izin-izin,” kata Prabowo.
Selain itu, banyak pengusaha mengeluh tentang proses perizinan yang memakan waktu lama. “Permudah perizinan jangan persulit. Pengusaha-pengusaha juga mengeluh, mereka mau bekerja dan mereka mau investasi tapi kadang-kadang nunggu izin itu satu tahun, dua tahun,” ujarnya.
Di forum tersebut, Prabowo meminta Mensesneg Prasetyo Hadi mengumpulkan pakar-pakar untuk membentuk satgas khusus yang bertugas mempercepat deregulasi. Ia menegaskan arahannya: “Sederhanakan ya, jangan persulit. Para pengusaha harus dibantu, harus didukung. Yang nakal kita tertibkan tapi yang baik, yang benar-benar mau bekerja ya harus dibantu. Banyak investor juga dari luar negeri mengeluh di Indonesia sering perizinannya lama sekali dan banyak sekali saudara-saudara sekalian ya,” tambahnya.
Pernyataan ini menyoroti dua isu utama: keterlambatan pasokan gas medis dan birokrasi perizinan yang menghambat investasi. Kebijakan yang diusulkan menitikberatkan pada penyederhanaan proses dan dukungan aktif bagi pengusaha yang mau berinvestasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
