Prabowo Serukan Ganti Direktur DJBC, Perbaiki Korupsi
Gambar atau konten salah?
Prabowo Subianto mengungkapkan ketidakpuasan terhadap kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam rapat paripurna di DPR RI. Ia menegaskan bahwa institusi di bawah Kementerian Keuangan harus segera diperbaiki.
"Saya ingatkan kembali untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti," kata Prabowo.
Dalam pernyataannya, ia memohon kepada Pemerintah Keuangan agar mengganti pimpinan DJBC jika tidak mampu memperbaiki. Saat ini DJBC dipimpin oleh Djaka Budhi Utama sebagai Direktur Jenderal.
Prabowo menekankan pentingnya membersihkan birokrasi dari perilaku korupsi. Ia memerintahkan agar setiap pelanggaran ditindak tanpa ragu.
"Jangan ragu-ragu yang melanggar, tindak. Sekali lagi semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik. Kita harus menghilangkan korupsi, penyalahgunaan wewenang dan praktek-praktek yang menghambat perjalanan ekonomi kita," ujarnya.
Prabowo juga mengakui masih banyak laporan dari pengusaha yang mengeluh tentang pungutan liar. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus berani memperbaiki semua institusi.
"Kita harus bertekad terus membangun pemerintah yang kuat, pemerintah yang profesional, pemerintah yang tidak korup. Kita harus bersama-sama menjaga semua," pungkasnya.
Kesimpulannya, Prabowo menegaskan komitmen kuat untuk memperbaiki birokrasi, menegakkan anti-korupsi, dan memperkuat tata kelola publik di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
