Prabowo Siapkan Rp150 Miliar untuk 10 Kota Terbersih
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk memberikan insentif senilai ratusan miliar rupiah bagi kota-kota yang dinilai paling bersih di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi banyak daerah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa saat ini dirinya bersama sejumlah kementerian teknis lainnya tengah menyusun rancangan program tersebut. Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah berencana menggabungkan program pemberian insentif ini dengan kompetisi kebersihan yang selama ini sudah rutin diselenggarakan setiap tahun.
"Kita sedang siapkan, ini kan kita sebetulnya ada beberapa, termasuk Adipura, kita sedang integrasikan, dan nanti kita bahas dengan Menteri Keuangan, agar diberikan insentif Rp 20 miliar dan Rp 10 miliar, agar kota-kota itu menjadi bersih dan nyaman," kata Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, pada Rabu, 05 Agustus 2026.
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan mengadakan lomba kebersihan yang diikuti oleh seluruh kota di Indonesia. Kota-kota yang berhasil masuk dalam peringkat 10 besar akan mendapatkan insentif. Total nilai insentif yang disiapkan mencapai Rp 150 miliar, yang akan dibagikan kepada 10 kota terbersih di tanah air.
Prabowo merinci bahwa lima kota dengan predikat terbersih masing-masing akan menerima insentif sebesar Rp 20 miliar. Sementara itu, lima kota berikutnya di peringkat enam hingga sepuluh akan mendapatkan insentif sebesar Rp 10 miliar per kota.
"Kita kasih nanti insentif. Kota terbersih kalau bisa Rp 20 miliar. Lima kota terbersih Rp 20 miliar, lima kota yang di bawahnya Rp 10 miliar dan sebagainya," ujar Prabowo dalam acara Akad Massal 62.000 unit KPR bersubsidi yang dipantau melalui YouTube Sekretariat Presiden, pada Kamis, 30 Juli 2026.
Menurut Prabowo, pemberian insentif dalam bentuk dana dinilai akan lebih bermanfaat dibandingkan hanya memberikan piala kepada daerah pemenang. Dengan dana yang diterima, pemerintah daerah bisa menggunakannya untuk berbagai keperluan, seperti membeli truk sampah, ekskavator, dan peralatan pendukung lainnya yang dibutuhkan untuk menjaga kebersihan.
"Lebih baik dikasih itu kan daripada kita kasih piala. Atau piala juga? Piala juga, yang mentahnya juga. Nggak, ini bener. Pasti uang itu dipakai buat hal baik. Dia bakal cari truk, ekskavator, dan sebagainya," ujar Prabowo.
Awalnya, Prabowo meminta para kepala daerah hingga aparat keamanan untuk turun langsung mengawasi kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing. Ia menyarankan mereka meluangkan waktu setidaknya satu jam dalam sehari untuk melakukan hal tersebut.
"Jadi keliling di depan, jadi pemimpin bersama rakyat. Lihat kalau ada rumah yang tidak dirawat, tegur yang punya, toko yang nggak mau jaga kebersihan tegur," perintah Prabowo.
Presiden juga menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di pemerintah daerah, pekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga masyarakat umum untuk menyisihkan waktu sekitar satu hingga dua jam setiap pagi guna membersihkan lingkungan masing-masing. Dengan cara ini, penghargaan tidak hanya berupa pengakuan, tetapi juga dukungan anggaran bagi daerah yang berhasil menjaga kebersihan lingkungannya.
"Ini saya serius, sampah adalah kehormatan bangsa. Tidak boleh bangsa Indonesia jorok. Tidak boleh ada kota di Indonesia yang jorok. Ini tantangan kita semua," tegas Prabowo.
Program ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya ingin memberikan penghargaan simbolis, tetapi juga mendorong perubahan nyata melalui dukungan finansial. Dengan menggabungkan kompetisi kebersihan yang sudah ada seperti Adipura dengan insentif baru, diharapkan pemerintah daerah memiliki motivasi lebih untuk serius menangani masalah sampah. Langkah ini juga menekankan pentingnya keterlibatan langsung para pemimpin daerah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan, bukan sekadar menyerahkan tugas tersebut kepada petugas kebersihan saja.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bamsoet: Properti Pilar Ketahanan Ekonomi
Siswa Bawa Pulang Makanan Gratis, Keluarga Keracunan
Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II
BGN Tutup Permanen Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene
1,45 Juta Orang Dapat Kerja Baru di Semester I 2026
Purbaya: Ekspor Terganggu Minyak, Ekonomi 5,29% Cukup Baik