Prabowo Targetkan BUMN Tersisa 350 Unit

Vera T. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Prabowo Targetkan BUMN Tersisa 350 Unit

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pemerintah dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara saat ini tengah fokus pada pengurangan jumlah perusahaan milik negara. Targetnya, hingga akhir tahun ini, jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan dipangkas hingga 700 unit.

Awalnya, total perusahaan pelat merah mencapai 1.077 unit. Namun, pada akhir tahun ini, jumlah tersebut ditargetkan menyusut menjadi hanya 350 unit. Artinya, sekitar 727 unit usaha akan ditutup. Dalam tahap pertama, selama 18 bulan Danantara beroperasi, Prabowo memaparkan bahwa 250 BUMN sudah berhasil dipangkas.

"Saya mau berterima kasih, saya bangga pimpinan daripada Danantara, dalam tahun pertama 18 bulan pertama sudah berhasil mengurangi jumlah tersebut dari 1.077, di akhir bulan ini, di akhir 31 Juli mereka sudah menutup, mengkonsolidasikan, me-merger, sehingga dari 1.077 berkurang 250 BUMN," beber Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, ia sempat berkelakar kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Prabowo mengatakan, hanya Indonesia yang mampu menutup 250 BUMN dalam setahun.

"Saya kira, maaf ya, mungkin Ketua DEN, Pak Luhut, bisa dicek di dunia, mana ada negara yang menutup state owned enterprises 250 dalam satu tahun?" kata Prabowo, disambut riuh para menteri yang hadir.

Menurutnya, Danantara menyanggupi untuk memangkas 700-an BUMN lagi hingga akhir tahun ini. Targetnya, per 31 Desember 2026, hanya akan ada 350 BUMN yang tersisa.

"Dan mereka (Danantara) menyanggupi, laporan ke saya, 'Pak, Desember 31, tahun 2026 jumlah BUMN kita dari 1.077 akan maksimal 350 saja.' Berarti di akhir 2026 mungkin 700 BUMN yang akan kita tutup, kita merger, kita konsolidasi, berkurang dari 1.077 akan menjadi maksimal 350," beber Prabowo.

Penghematan Rp 50 Triliun

Sejauh ini, dengan ditutupnya 250 BUMN, pemerintah sudah menghemat sekitar Rp 50 triliun. Biaya yang sebelumnya digunakan untuk menggaji direksi dan komisaris, membayar kebutuhan transportasi perusahaan, menyewa kantor, dan berbagai kebutuhan operasional lainnya, bisa dipangkas.

"Dan mereka laporan dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead, biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp 50 triliun, Rp 50 triliun, gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar ini itu, rapat kerja, Rp 50 triliun," jelas Prabowo.

Dengan target pemangkasan 700-an BUMN lagi, diperkirakan penghematan bisa mencapai Rp 80 triliun.

"Desember 31 saya kira ini mungkin angka penghematan bisa naik bisa-bisa bisa mendekati Rp 70-80 triliun. Saya terima kasih dari pimpinan Danantara," sebut Prabowo.

Pemangkasan jumlah BUMN ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengefisienkan pengelolaan perusahaan negara. Dengan mengurangi jumlah unit usaha, biaya operasional yang tidak produktif dapat ditekan. Langkah ini juga diharapkan membuat BUMN yang tersisa lebih fokus dan sehat secara finansial.

PrabowoBUMNDanantarapemangkasanpenghematantargetefisiensi

Komentar

Memuat komentar...