Prabowo Tegaskan Ketahanan Energi ASEAN, Diversifikasi Cepat

Fitri A. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Prabowo Tegaskan Ketahanan Energi ASEAN, Diversifikasi Cepat

Gambar atau konten salah?

JakartaPrabowo Subianto, Presiden Indonesia, menegaskan bahwa tekanan pada sektor energi akan terus berlangsung lama. Ia menambahkan bahwa gangguan pada jalur perdagangan akibat konflik di Timur Tengah menambah beban tersebut. Pada KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung di Mactan Expo, Cebu, Filipina, ia mengungkapkan pandangannya.

“Gangguan berkepanjangan di sepanjang jalur global utama sudah memberikan tekanan yang sangat tinggi pada situasi energi negara kita dan tekanan itu tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat,” ujar Presiden dalam keterangan tertulis, Jumat, 08 Mei 2026.

Prabowo menegaskan bahwa situasi ini tidak akan mereda dalam waktu dekat. Ia menekankan bahwa negara-negara ASEAN harus siap menghadapi potensi gangguan jangka panjang. Menurutnya, ketahanan energi kawasan tidak dapat dibangun secara reaktif, melainkan harus dipersiapkan secara proaktif melalui pendekatan yang jelas dan berorientasi ke depan.

“Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting, ini perlu. Kita harus bergerak lebih cepat. Kita harus melalui sumber alternatif dan kita harus mempersiapkan energi terbarukan,” lanjut Prabowo.

Ia menyoroti bahwa diversifikasi energi kini bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi seluruh negara ASEAN. Ia mengajak mereka untuk mempercepat pencarian sumber energi alternatif, memperluas energi terbarukan, serta memperkuat kesiapan menghadapi berbagai skenario global.

Di sisi Indonesia, pemerintah telah mengambil langkah konkret untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Upaya tersebut mencakup pengembangan sumber energi alternatif dan terbarukan, pemanfaatan bioenergi, peningkatan penggunaan kendaraan listrik, dan pembangunan program tenaga surya berskala besar.

“Kita sedang mengembangkan alternatif, energi terbarukan, menggunakan bioenergi, juga meningkatkan penggunaan kendaraan listrik, dan kita sedang membangun program energi surya 100 gigawatt yang sangat ambisius yang ingin kita selesaikan dalam tiga tahun,” papar Prabowo.

Pernyataan Presiden menyoroti ketergantungan energi Indonesia dan ASEAN pada jalur perdagangan global yang kini terancam. Fokus pada diversifikasi dan energi terbarukan menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan memastikan pasokan energi yang stabil di tengah ketidakpastian geopolitik.

Prabowo Subiantoketahanan energidiversifikasi energienergi terbarukanbioenergikendaraan listriksurya 100GW

Komentar

Memuat komentar...