Prabowo Tegaskan Swasembada Pangan dan Energi di Lampung
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto mengulang pentingnya ketahanan pangan pada acara Munas HIPMI XVIII di Lampung. Ia menegaskan bahwa semua negara, termasuk Indonesia, harus dapat mengelola pasokan makanan sendiri.
Ia menyoroti peringatan Perserikatan Bangsa‑Bangsa (PBB) tentang kemungkinan kelaparan besar‑besar tahun ini. “Banyak negara dalam keadaan panik mereka sulit cari makan, PBB juga sudah warning tahun ini akan ada kelaparan besar‑besar, kita alhamdulillah kuat. Ini tak bisa kita tutup mata,” ujarnya.
Prabowo bersyukur Indonesia masih kuat pasokan pangannya, meski banyak orang di luar negeri kesulitan hanya untuk makan. Ia menegaskan bahwa negara ini sudah swasembada pangan. “Kita sekarang sudah swasembada pangan, jangan kau anggap pangan tidak penting, tanpa pangan tidak ada republik manapun di dunia ini, tidak ada negara tanpa pangan,” tegasnya.
Selain itu, ia menyebut upaya Indonesia menuju swasembada energi. Ia berkata, “Saudara‑saudara, kita juga menuju swasembada energi. Kita bekerja keras. Perhitungan kita 3 tahun lagi kita benar-benar sangat kuat di bidang energi.”
Acara berlangsung pada Rabu, 10 Juni 2026. Presiden menekankan bahwa ketahanan pangan dan energi adalah fondasi bagi stabilitas negara.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus terus memperkuat produksi dalam negeri agar tidak tergantung pada pasar global. Ini menandai komitmen pemerintah untuk memastikan rakyat selalu memiliki akses ke makanan dan energi yang cukup.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Dibuka Melemah, Anjlok 1,57 Persen ke 4.827
BRI Buka Galeri E-Channel di JPM Dukuh Atas untuk Komuter
Kemenkeu Tolak Jadi Pemegang Saham BEI
Pandu Sjahrir Lepas Saham Supra Sekuritas Sejak Juni
OJK Paksa Pengembalian Dana Rp5 Miliar Kasus Manipulasi Saham
LPS: 14 BPR Tutup Akibat Tata Kelola Buruk
